NEW YORK, AS – Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan Timnas Iran tetap ambil bagian dalam Piala Dunia 2026 dan akan menjalani pertandingan di Amerika Serikat, meski sempat diwarnai isu boikot.
Kepastian mengenai keikutsertaan Timnas Iran di ajang Piala Dunia 2026 akhirnya diumumkan secara resmi. Turnamen yang akan berlangsung di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko itu tetap akan diikuti oleh wakil Asia tersebut.
Pengumuman disampaikan langsung oleh Infantino dalam Kongres FIFA yang berlangsung di Vancouver, Jumat (1/5/2026) pagi WIB. Ia juga menegaskan hal itu melalui unggahan di media sosial pribadinya.
“Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026 dan mereka akan bermain di Amerika Serikat,” tulis Infantino dalam keterangan foto di akun Instagram @gianni_infantino.
Pernyataan tersebut sekaligus meredam spekulasi yang sebelumnya berkembang terkait kemungkinan Iran mundur dari turnamen. Isu itu mencuat setelah adanya ketegangan politik antara Iran dan Amerika Serikat yang sempat memicu wacana boikot.
Meski demikian, sikap Iran sempat tidak konsisten. Mereka diketahui mengajukan permintaan agar pertandingan yang melibatkan tim berjuluk Team Melli tidak digelar di wilayah Amerika Serikat.
Dalam undian grup, Iran tergabung di Grup G bersama Timnas Belgia, Timnas Mesir, dan Timnas Selandia Baru. Seluruh laga fase grup dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat.
Situasi ini juga dipengaruhi oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump. Ia sebelumnya menyatakan mengizinkan Iran bermain di negaranya, namun tidak memberikan jaminan keamanan bagi para pemain.
Menanggapi hal tersebut, Infantino menegaskan bahwa FIFA memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga persatuan melalui sepak bola.
“(Kepastian Iran main di AS) itu adalah tanggung jawab kami untuk menyatukan dunia dan orang-orang,” kata Infantino.
“FIFA, bersama dengan dukungan semua orang, akan menyatukan dunia,” tandasnya.
Dengan kepastian ini, spekulasi terkait kemungkinan digelarnya playoff tambahan untuk mencari pengganti Iran pun resmi berakhir. Kini perhatian tertuju pada performa Iran di turnamen empat tahunan tersebut, termasuk bagaimana mereka menghadapi tantangan di luar lapangan.


