Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat menelusuri fenomena unik berubahnya warna mata air di Kampung Kaleo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur. Air yang semula jernih mendadak berwarna merah pekat hingga memicu kehebohan warga dan viral di media sosial sejak Minggu (20/9/2026).
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor menduga perubahan warna mencolok tersebut bersumber dari akumulasi pigmen pewarna tekstil akibat aktivitas pencucian kain di area sekitar sumber air.
Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menjelaskan bahwa jajarannya langsung bertolak ke lokasi tak lama setelah menerima laporan. Namun, saat tim verifikasi tiba di lapangan, paparan warna merah tersebut rupanya sudah memudar dan menghilang.
“Kemarin kami menerima laporan dan langsung ke lapangan. Saat dicek sore hari, warnanya sudah tidak ada. Dugaan awal ini dipicu pencucian kain berwarna yang luntur, sehingga tumpukan pigmennya membuat air tampak berubah warna,” ujar Teuku saat memberikan keterangan, Senin (21/9/2026).
Perubahan warna tersebut dilaporkan hanya bertahan dalam waktu singkat. Saat pengecekan dilakukan, kondisi mata air sudah kembali jernih seperti sedia kala. Walau demikian, pihak DLH menegaskan tetap mendalami kejadian ini untuk memastikan tidak adanya pencemaran berbahaya.
Sebelumnya, fenomena air merah ini menyedot perhatian besar dari warga sekitar. Banyak warga berbondong-bondong membawa galon untuk menampung air, bahkan sebagian warga tampak nekat berendam di dalam kubangan tersebut karena terpengaruh spekulasi liar dan mitos keberadaan batu merah delima.
Menanggapi reaktifnya sebagian warga, Teuku mewanti-wanti agar masyarakat bersikap rasional dan tidak mudah mengaitkan fenomena alam singkat ini dengan hal-hal mistis.
“Kami mengimbau warga jangan terburu-buru menyimpulkan ini sebagai mukjizat, hal keramat, atau sesuatu yang disucikan. Lebih baik kita mengedepankan logika ilmiah bahwa ini adalah fenomena biasa,” pukasnya.