Insiden menegangkan yang melibatkan sopir taksi listrik Green SM, Budi Hendra (53), dan pengemudi mobil listrik BYD, Agustam (56), di Exit Tol Tomang, Jakarta Barat, akhirnya berujung penyeleksian secara kekeluargaan. Kejadian yang sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial itu diselesaikan melalui proses mediasi kepolisian pada Senin (21/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Gesekan bermula saat mobil BYD yang dikemudikan Agustam menyenggol bagian belakang taksi hijau milik Budi hingga mengakibatkan bemper kanan mengalami kerusakan.
Niat meminta pertanggungjawaban, Budi kemudian berinisiatif mengejar dan membuka pintu depan sebelah kiri kendaraan BYD yang dikemudikan Agustam. Namun, situasi mendadak panik—Agustam justru tetap melaju hingga Budi bergelantungan dan terseret sejauh kurang lebih 50 meter.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, membenarkan kronologi insiden terseretnya pengemudi taksi tersebut.
“Saat meminta pertanggungjawaban, Budi Hendra membuka pintu depan sebelah kiri dan sempat terseret kendaraan listrik BYD sejauh 50 meter,” terang Joko.
Usai video rekaman kejadian itu menyebar luas, jajaran kepolisian langsung bertindak cepat menyambangi kediaman pengemudi BYD untuk mengumpulkan keterangan.
Panit Laka Lantas Jakarta Barat, Ipda Deddy Mohammadi, menjelaskan bahwa tindakan tancap gas yang dilakukan Agustam dipicu oleh rasa panik usai perselisihan di jalan tol tersebut. Kendati demikian, tidak ada korban luka maupun jiwa akibat insiden ini.
“Terjadi senggolan karena posisi menyalip yang tidak pas, lalu memicu kepanikan pada kedua belah pihak. Namun, alhamdulillah seluruh persoalan sudah bisa diselesaikan secara damai,” ungkap Deddy.
Dalam forum mediasi yang difasilitasi Polres Jakarta Barat, Agustam menyampaikan permohonan maaf secara langsung atas tindakan yang membahayakan tersebut. Sikap ini direspons positif oleh Budi Hendra yang memilih untuk berlapang dada dan tidak melanjutkan persoalan ke ranah hukum.