JAKARTA – Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keamanan bagi warganya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut.
Imbauan itu muncul ketika situasi keamanan di Timur Tengah kembali meningkat setelah serangkaian serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi.
Kedutaan Besar Virtual AS untuk Iran meminta warga Amerika untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran dengan alasan apa pun dan meminta mereka yang sudah berada di negara tersebut untuk segera pergi. Peringatan tersebut disampaikan pada Senin (21/9/2026).
Warga AS Diminta Waspadai Gangguan Perjalanan
Selain Iran, pemerintah AS juga mengingatkan warganya yang berada di kawasan Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan.
Mereka diminta mengantisipasi kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, hingga gangguan perjalanan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Departemen Luar Negeri AS sebelumnya menyatakan kondisi keamanan di Timur Tengah masih kompleks dan memiliki kemungkinan mengalami eskalasi yang tidak terduga.
Warga Amerika yang berada di kawasan tersebut juga diminta memantau informasi dari kedutaan serta maskapai penerbangan.
Untuk Iran sendiri, pemerintah AS sudah memberlakukan status Level 4 atau “Do Not Travel”.
Peringatan tersebut didasarkan pada sejumlah risiko, termasuk terorisme, kerusuhan, penculikan, penahanan sewenang-wenang, serta risiko penahanan warga AS.
Amerika Serikat juga tidak memiliki kedutaan yang beroperasi di Iran sehingga kemampuan pemerintah AS memberikan bantuan konsuler secara langsung sangat terbatas.
Ketegangan Meningkat Setelah Serangan Houthi
Situasi kawasan kembali memanas setelah kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangan ke wilayah Arab Saudi.
Koalisi pimpinan Saudi menyatakan sebuah rudal balistik yang mengarah ke Riyadh berhasil dicegat.
Kelompok Houthi kemudian mengklaim telah melakukan dua operasi militer menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone.
Mereka menyebut salah satu serangan menargetkan lokasi penting di Riyadh, sedangkan serangan lainnya diarahkan ke fasilitas Aramco di Yanbu. Klaim tersebut disampaikan oleh juru bicara militer Houthi, Yahya Saree.
Arab Saudi merespons dengan melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman.
Eskalasi tersebut kemudian meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas ke wilayah lain di Timur Tengah.
AS Khawatir Konflik Meluas
Peringatan terbaru Washington menunjukkan perhatian terhadap potensi memburuknya situasi keamanan di kawasan.
Departemen Luar Negeri AS sebelumnya meminta warga Amerika yang berada di luar Timur Tengah untuk mempertimbangkan kembali secara serius perjalanan menuju atau melalui kawasan tersebut.
Pemerintah AS juga memperingatkan kemungkinan perubahan jadwal penerbangan dan penutupan wilayah udara jika konflik meningkat.
Karena itu, warga Amerika yang berada di kawasan tersebut diminta terus memantau perkembangan keamanan dan informasi dari otoritas setempat.
Ketegangan ini berlangsung di tengah konflik yang melibatkan sejumlah aktor regional.
Serangan Houthi terhadap Arab Saudi dan respons militer Riyadh menjadi salah satu perkembangan terbaru yang membuat Amerika Serikat kembali memperketat peringatan perjalanan bagi warganya.
Dengan kondisi keamanan yang masih berubah cepat, AS meminta warganya mengutamakan keselamatan dan mengikuti instruksi dari otoritas setempat serta perwakilan diplomatik Amerika.***