JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Jawa Timur.
Kampus tersebut sebagai bagian dari penguatan pendidikan unggulan nasional yang berorientasi pada pembentukan kepemimpinan masa depan.
Peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Malang berlangsung pada Selasa (13/1/2026) dan dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, menandai ekspansi strategis sekolah berasrama tersebut ke wilayah Jawa Timur.
Presiden Prabowo menegaskan SMA Taruna Nusantara telah lama menjadi kawah candradimuka yang melahirkan tokoh-tokoh berpengaruh di tingkat nasional, baik di pemerintahan maupun institusi strategis negara.
“Sejak tahun 1990 sampai sekarang, terbukti kader lulusan SMA TN telah membuktikan diri menonjol ditingkat nasional.”
“Bahkan, kabinet yang saya pimpin, alumni dan banyak lulusan TN ,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya pada peresmian SMA Taruna Nusantara, Selasa (13/1/2026).
Rekam jejak SMA Taruna Nusantara tercermin dari banyaknya alumni yang kini menduduki posisi kunci, mulai dari kementerian, lembaga negara, hingga institusi pertahanan dan energi nasional.
Menteri Luar Negeri Sugiono tercatat sebagai alumni angkatan kelima sekaligus menjabat Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) yang menaungi pengelolaan SMA Taruna Nusantara di Magelang.
Nama lain yang berasal dari SMA Taruna Nusantara antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi alumni angkatan keenam.
Lalu Wakil Menteri Pertanian Sudaryono alumni angkatan kedua, serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono alumni angkatan kelima.
Di sektor BUMN dan lembaga teknis, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri merupakan alumni angkatan keenam, sementara Kepala BMKG Prof Teuku Faisal Fathani berasal dari angkatan pertama.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merupakan alumni angkatan ke-15 dan Komandan Paspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha tercatat sebagai lulusan angkatan kedua.
Presiden Prabowo juga mengulas sejarah panjang SMA Taruna Nusantara yang berawal dari gagasan Menteri Pertahanan dan Keamanan sekaligus Panglima ABRI saat itu, Jenderal TNI L.B. Moerdani.
“Di Magelang didirikan tahun 1990, waktu itu didorong oleh Panglima ABRI Jenderal TNI L.B Moerdani. Lalu diteruskan oleh Jenderal Try Sutrisno, kita terus membina sekolah tersebut,” katanya.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa SMA Taruna Nusantara dirancang untuk membentuk generasi berkarakter kuat, berjiwa patriotik, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
“Kita ingin menanamkan ahlak berkepribadian baik, bersih, pemimpin jujur dan tidak korupsi. Berbuat baik untuk rakyat dan bangsa,” kata Presiden Prabowo menegaskan.
Peresmian Kampus Malang dinilai sebagai langkah konkret pemerintah dalam memperluas akses pendidikan unggulan berbasis kepemimpinan dan nasionalisme di berbagai daerah Indonesia.***