CIREBON – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menunjukkan kontribusi nyata dalam penanganan kemanusiaan dengan mendonasikan seluruh hasil Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan sebanyak sekitar 123,5 ton komoditas pangan kepada masyarakat terdampak bencana alam, khususnya di wilayah Aceh, Sumatra, dan daerah lainnya.
Kegiatan panen raya yang digelar secara serentak ini berpusat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon pada Kamis (15/1/2026). Panen meliputi berbagai sektor, mulai dari pertanian seperti padi Inpari 32, perkebunan, peternakan, hingga perikanan, termasuk ikan nila. Seluruh produksi dihasilkan melalui program pemanfaatan lahan idle di lapas dan rumah tahanan (rutan) di seluruh Indonesia, dengan melibatkan ribuan warga binaan pemasyarakatan dalam kegiatan pembinaan produktif.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya berfokus pada produksi pangan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian nyata terhadap sesama.
“Walaupun kontribusi kita mungkin tidak besar, tetapi jika dilakukan bersama-sama, ini menjadi kekuatan. Hasil panen ini kami ikhlaskan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Agus.
Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, terutama dalam penguatan ketahanan pangan nasional, kemandirian air, serta pembangunan solidaritas lintas sektor. Program tersebut juga merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kemenimipas Tahun 2026 yang menitikberatkan pada kemandirian pangan melalui pemberdayaan warga binaan.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mencatat total hasil panen mencapai 123,5 ton atau tepatnya 123.557 kilogram berdasarkan laporan resmi. Seluruh hasil panen tersebut langsung didistribusikan sebagai bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban korban bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan longsor, yang melanda sejumlah wilayah Sumatera sejak akhir 2025 hingga awal 2026.
Selain penyaluran bantuan pangan, rangkaian kegiatan di Lapas Kelas I Cirebon juga mencakup layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta penyaluran bantuan sosial bagi warga sekitar. Menteri Agus menginstruksikan jajaran di wilayah terdampak untuk segera melakukan pemetaan kebutuhan riil di lapangan agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan prioritas mendesak masyarakat.
Melalui inisiatif ini, Kemenimipas menegaskan peran gandanya, yakni membina warga binaan agar mandiri dan siap reintegrasi ke masyarakat, sekaligus berkontribusi aktif dalam penanggulangan bencana, penguatan ketahanan pangan nasional, serta solidaritas sosial. Sinergi antara pembinaan, produksi pangan, dan aksi kemanusiaan ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi bangsa.
