JAKARTA – Barcelona bukan hanya mengangkat trofi Piala Super Spanyol 2026, tetapi juga menorehkan cerita besar ketika Raphinha menyamai rekor kemenangan El Clásico milik Cristiano Ronaldo dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Kemenangan dramatis 3-2 atas Real Madrid dalam laga El Clásico terbaru menjadi panggung utama kebangkitan Barcelona sekaligus mengukuhkan Raphinha sebagai aktor penting di duel paling panas sepak bola Spanyol.
Hasil tersebut membawa winger asal Brasil itu mengoleksi delapan kemenangan melawan Real Madrid, jumlah yang sama dengan Cristiano Ronaldo sepanjang kariernya di El Clásico.
Perbedaannya terletak pada kecepatan, karena Raphinha membutuhkan kurang dari separuh jumlah pertandingan yang dijalani Ronaldo untuk mencapai torehan tersebut.
Sejak didatangkan Barcelona pada musim 2022–2023 dengan nilai transfer €58 juta, Raphinha perlahan berubah dari pemain sayap yang inkonsisten menjadi sosok penentu di laga besar.
El Clásico pertamanya pada Oktober 2022 memang berakhir pahit dengan kekalahan 1-3, namun laga tersebut justru menjadi titik balik performanya.
Sejak kekalahan itu, Raphinha tampil konsisten dan semakin tajam setiap kali menghadapi Real Madrid di berbagai kompetisi.
Total, Raphinha telah mencatatkan 12 penampilan di El Clásico yang tersebar di La Liga, Copa del Rey, dan final Piala Super Spanyol.
Catatan statistiknya menunjukkan delapan kemenangan dan empat kekalahan dengan kontribusi langsung berupa tujuh gol serta tiga assist.
Menariknya, lima gol dan satu assist di antaranya tercipta hanya dalam empat pertemuan terakhir melawan Real Madrid.
Di sisi lain, Cristiano Ronaldo tetap dikenang sebagai legenda Real Madrid dengan torehan 450 gol dari 438 pertandingan.
Julukan “Mr. Champions League” melekat kuat pada Ronaldo berkat dominasinya di kompetisi Eropa bersama Los Blancos.
Namun, El Clásico menjadi salah satu panggung di mana dominasi Ronaldo tidak selalu berujung kemenangan tim.
Selama sembilan musim membela Real Madrid, Ronaldo tampil dalam 30 laga El Clásico dengan hasil delapan kemenangan, delapan imbang, dan 14 kekalahan.
Meski begitu, secara individu Ronaldo tetap produktif dengan koleksi 18 gol dan tiga assist ke gawang Barcelona.
Dua penampilan terbaiknya terjadi saat mencetak dua gol di La Liga Oktober 2012 dan Copa del Rey Februari 2013.
Sayangnya bagi Madrid, kontribusi individu tersebut jarang berbanding lurus dengan hasil akhir tim di El Clásico.
Efisiensi Raphinha dalam menghadapi Real Madrid kini menjadi sorotan utama seiring kebangkitan Barcelona di level domestik.
Menyamai rekor kemenangan El Clásico Cristiano Ronaldo hanya dalam 12 laga menegaskan pengaruh besar Raphinha di era baru Barcelona.
Jika tren ini berlanjut, Raphinha berpotensi mengukir namanya sebagai salah satu spesialis El Clásico paling efektif dalam sejarah modern Barcelona.***