Red Bull Racing resmi meluncurkan desain livery terbaru mereka untuk musim Formula 1 2026 melalui sebuah acara megah yang digelar di Michigan Central Station, Detroit.
Tim asal Milton Keynes tersebut memperkenalkan tampilan baru mobil mereka di kota asal Ford, mitra Red Bull dalam pengembangan power unit Formula 1 pertama mereka. Peluncuran ini menjadi semakin spektakuler ketika pilot Red Bull, Martin Sonka, melakukan aksi udara berani dengan pesawatnya untuk membuka penutup mobil secara dramatis.
Livery baru ini menandai kembalinya Red Bull ke finishing mengilap (gloss finish), gaya yang pertama kali mereka gunakan saat debut di Formula 1 pada 2005.
Desain Bernuansa Warisan
Mobil Red Bull untuk musim 2026—RB22—mengusung “heritage white base”, yang menurut tim akan memberikan kedalaman visual dan kejernihan warna, sekaligus membuat logo ikonik matahari dan banteng tampil lebih menonjol.
Musim ini, juara dunia empat kali Max Verstappen akan berduet dengan Isack Hadjar, yang naik kelas dari tim saudara Racing Bulls.
Keduanya mengusung target besar: mengembalikan gelar Juara Dunia Konstruktor ke tangan Red Bull, setelah terakhir kali diraih pada 2023.
Ambisi Bangkit di Era Baru
Pada musim lalu, Red Bull berhasil bangkit dan finis di posisi ketiga klasemen konstruktor. Verstappen bahkan mencatatkan kebangkitan luar biasa di paruh akhir musim dan tetap bersaing dalam perebutan gelar juara dunia pembalap hingga seri penutup di Abu Dhabi.
Menariknya, Verstappen akan menggunakan nomor balap 3—nomor favoritnya—pada musim 2026, menggantikan nomor 33 yang sebelumnya identik dengannya dan pernah digunakan oleh mantan rekan setim Daniel Ricciardo.
Sementara itu, Hadjar tetap mempertahankan nomor 6, seperti yang ia gunakan selama membela Racing Bulls.
Dari sisi manajemen, Laurent Mekies akan memimpin tim sebagai Team Principal setelah menggantikan Christian Horner di pertengahan musim lalu. Urusan teknis tetap berada di bawah kendali Pierre Wache.