JAKARTA – Banyak orang mengeluhkan sulit tidur meski tubuh sudah lelah seharian. Padahal, kualitas tidur sangat dipengaruhi oleh kebiasaan sebelum beristirahat. Menghindari sejumlah hal tertentu terbukti dapat membuat tidur hingga 98% lebih nyenyak, sejalan dengan ritme sirkadian tubuh yang bekerja sepanjang malam.
Melansir YourTango (20/1/2026), tidur berkualitas bukan hanya soal durasi, tetapi juga efisiensi: kemampuan untuk cepat terlelap, tidur tanpa sering terbangun, dan bangun dengan perasaan segar. Berikut sepuluh kebiasaan yang sebaiknya dihindari sebelum tidur:
- Screen time berlebihan – Cahaya biru dari smartphone, TV, atau komputer menghambat produksi melatonin.
- Suara keras atau bising – Lingkungan tenang atau white noise lebih mendukung tidur dalam.
- Kamar terlalu panas – Suhu ideal 18–20°C membantu tubuh cepat tertidur.
- Kafein atau alkohol dekat waktu tidur – Keduanya mengganggu fase tidur dalam.
- Makan berat malam hari – Memperlambat pencernaan dan memicu ketidaknyamanan.
- Tidur tidak teratur – Jam tidur konsisten menjaga ritme biologis tubuh.
- Kafein setelah siang hari – Kopi, teh, cokelat, dan soda sebaiknya dihindari 6 jam sebelum tidur.
- Scroll media sosial di tempat tidur – Membuat otak sulit membedakan waktu istirahat dan aktivitas.
- Tidur siang berlebihan – Batasi maksimal 20–30 menit agar ritme malam tidak terganggu.
- Olahraga berat malam hari – Latihan intens meningkatkan detak jantung dan membuat tubuh tetap terjaga.
Perubahan kecil dalam rutinitas malam dapat berdampak besar pada kualitas tidur. Dengan menghindari kebiasaan di atas, tubuh lebih mudah rileks, tidur lebih nyenyak, dan bangun dengan energi baru di pagi hari.
