JAKARTA – Setelah diguncang krisis finansial pada 2024, KTM akhirnya menegaskan eksistensinya pada MotoGP dengan meluncurkan empat motor identik untuk musim 2026. Tim pabrikan KTM bersama tim satelit Tech3 KTM memperlihatkan formasi baru yang menjadi simbol ketahanan mereka menghadapi badai keuangan.
Kebangkrutan Pierer Mobility sempat mengancam keberlangsungan proyek MotoGP KTM, bahkan hampir mengakhiri perjalanan motor oranye di lintasan. Namun, masuknya investor baru dan akuisisi oleh perusahaan India Bajaj memberi napas segar. Setahun kemudian, KTM tampil dengan wajah stabil, memperkenalkan line-up yang siap bersaing.
Dalam peluncuran daring pada Selasa (27/1/2026), Pedro Acosta dan Brad Binder dari tim utama, serta Maverick Vinales dan Enea Bastianini dari Tech3, tampil dengan motor RC16 yang seragam. Peluncuran ini juga menandai era baru Tech3, yang kini berada di bawah kepemilikan grup investor pimpinan mantan bos F1, Guenther Steiner, menggantikan Herve Poncharal.
Musim Krusial Bagi KTM
Musim 2026 menjadi krusial bagi KTM. Selain menjadi masa transisi menuju regulasi baru 2027, tim harus menghadapi kenyataan bahwa Acosta hampir pasti bergabung dengan Ducati. Binder diproyeksikan tetap di tim utama, sementara Vinales dipersiapkan sebagai tulang punggung proyek jangka panjang.
Tech3 sendiri akan menjalani musim terakhir bersama KTM sebelum beralih menjadi tim satelit penuh pada 2027. Kesepakatan multi-tahun dengan MotoGP hingga 2031 membuka peluang bagi Bastianini untuk bertahan, meski ia juga menjajaki opsi lain.
KTM kini harus merampingkan kontingen dari empat menjadi dua motor, memastikan komitmen pembalap, dan fokus pada pengembangan RC16 generasi baru. Peran penguji Pol Espargaro dan Dani Pedrosa akan menjadi kunci dalam proyek tersebut.
Setelah menutup musim 2025 di posisi keempat klasemen tim, KTM menargetkan peningkatan performa untuk menyalip Aprilia, yang unggul 46 poin dan finis sebagai pabrikan terbaik kedua di belakang Ducati. Acosta, yang musim lalu berada di peringkat keempat pembalap, juga menjadi tolok ukur ambisi KTM untuk memperbaiki capaian.