JAKARTA – Rusia menyatakan kesiapan menggelar pertemuan langsung antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan syarat Zelenskyy bersedia datang langsung ke Moskow.
Sinyal tersebut disampaikan Kremlin melalui penasihat presiden Rusia, Yuri Ushakov, yang menegaskan Moskow tidak pernah menutup pintu dialog dan siap memberikan jaminan keamanan penuh bagi kepala negara Ukraina.
Pernyataan Rusia itu muncul setelah Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyampaikan bahwa Zelenskyy terbuka untuk bertemu Putin guna membahas jalan keluar konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Menurut Ushakov, Rusia bersedia memfasilitasi pertemuan tersebut dalam kondisi kerja yang aman dan terkendali jika kesepakatan lokasi di Moskow dapat diterima Kyiv.
Dua isu utama yang diproyeksikan menjadi agenda pembahasan adalah persoalan status wilayah sengketa serta masa depan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia yang saat ini berada di bawah kendali Rusia.
Perkembangan ini terjadi di tengah intensifikasi diplomasi yang melibatkan Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat, seiring dorongan Presiden AS Donald Trump untuk segera menghentikan perang.
Putaran perundingan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 1 Februari, dengan sejumlah pejabat Amerika Serikat menilai pertemuan langsung Putin dan Zelenskyy, bahkan dengan keterlibatan Trump, masih berada dalam skenario yang memungkinkan.
Meski demikian, sejarah upaya mempertemukan kedua pemimpin tersebut kerap diwarnai kebuntuan, termasuk setelah pertemuan Trump dan Putin di Alaska yang belum menghasilkan kesepakatan konkret.
Kremlin sebelumnya membantah klaim adanya terobosan diplomatik, sementara Trump menyebut Putin menghindari pertemuan langsung dengan Zelenskyy.
Pertemuan terakhir Putin dan Zelenskyy tercatat berlangsung pada Desember 2019 di Paris dalam forum perundingan Format Normandia.***