Badai kritik yang menerpa maskapai kebanggaan Kanada akhirnya memakan korban di kursi tertinggi. Michael Rousseau, Presiden dan CEO Air Canada, resmi mengumumkan pengunduran dirinya yang akan efektif pada akhir kuartal ketiga 2026.
Keputusan ini diambil setelah seminggu penuh gejolak akibat krisis hubungan masyarakat (PR) yang fatal. Pemicunya? Sebuah video belasungkawa berbahasa Inggris terkait kecelakaan maut di Bandara LaGuardia yang dianggap βmenghinaβ warga Quebec dan komunitas Frankofon (berbahasa Prancis) di seluruh Kanada.
Krisis ini bermula dari insiden mengerikan pada 22 Maret 2026. Pesawat Air Canada Express (Penerbangan 8646) bertabrakan dengan truk pemadam kebakaran saat mendarat di LaGuardia, New York.
-
Korban Jiwa: Kapten Antoine Forest dan Perwira Pertama Mackenzie Gunther tewas seketika setelah kokpit pesawat hancur.
-
Luka-luka: 41 orang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit.
-
Penyebab: Truk pemadam diduga menerobos jalur pesawat yang sedang mendarat saat menuju lokasi darurat lain.
Blunder βBonjourβ yang Fatal
Keesokan harinya, Rousseau merilis video belasungkawa berdurasi empat menit. Namun, alih-alih meredam suasana, video tersebut justru memicu kemarahan nasional karena:
-
Hanya Bahasa Inggris: Rousseau hanya menggunakan kata βBonjourβ dan βMerciβ, sementara sisa video disampaikan sepenuhnya dalam bahasa Inggris.
-
Sensitivitas Lokal: Air Canada berkantor pusat di Montreal (wilayah berbahasa Prancis) dan salah satu pilot yang tewas adalah warga Quebec.
-
Dosa Masa Lalu: Ini adalah pengulangan skandal tahun 2021, di mana Rousseau sempat berjanji akan belajar bahasa Prancis namun terbukti gagal memenuhi janji tersebut lima tahun kemudian.
Tekanan Politik β92 Berbanding Nolβ
Kekesalan warga Kanada mencapai puncaknya di panggung politik. Majelis Nasional Quebec mengesahkan mosi menuntut pengunduran diri Rousseau dengan suara mutlak 92-0. Perdana Menteri Quebec, FranΓ§ois Legault, hingga Perdana Menteri Mark Carney turut mengecam tindakan Rousseau sebagai bentuk βpenilaian yang sangat burukβ dan kurangnya rasa hormat terhadap keluarga korban yang sedang berduka.
Meski sempat menyatakan tidak berniat mundur pada 26 Maret, tekanan dari dana pensiun berpengaruh Caisse de dΓ©pΓ΄t dan panggilan dari komite parlemen akhirnya memaksa Rousseau untuk mengakhiri masa jabatannya yang telah dimulai sejak Februari 2021.