JAKARTA – FIFA resmi membatalkan rencana kontroversial untuk menjual sebagian hak siar Piala Dunia kepada investor swasta setelah menuai kecaman luas.
Presiden FIFA, Gianni Infantino mengakui proyek tersebut “telah menciptakan perpecahan yang sifatnya tidak lagi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai,” di tengah tekanan dari berbagai konfederasi sepak bola dunia.
Rencana yang diumumkan lewat skema Fifa Forward Enterprise (FFE) itu awalnya ditujukan untuk mengumpulkan miliaran dolar dengan menjual saham hak komersial Piala Dunia pria, wanita, dan Antarklub. Namun, penolakan keras datang dari UEFA yang bahkan mengancam boikot, disusul oleh Concacaf dan Konfederasi Sepak Bola Asia. Sejumlah pejabat FIFA juga mundur atau melontarkan kritik, termasuk Carlos Cordeiro dan Kevin Lamour.
Spekulasi semakin memanas setelah Thrive Capital, perusahaan modal ventura yang memimpin kelompok investor, dikabarkan ragu melanjutkan keterlibatan. Posisi Infantino kini berada di bawah sorotan tajam, dengan banyak pihak mempertanyakan masa depannya di tengah pemberontakan internal dan ketidakpuasan federasi anggota.
“Tujuan kami selalu – dan akan selalu – untuk bersatu dan berkembang. Oleh karena itu, proposal ini tidak akan dilanjutkan,” tegas Infantino, dilansir The Guardian, Sabtu (1/8/2026). Ia berjanji akan mempertemukan kembali semua pihak demi kepentingan bersama dan pengembangan sepak bola, khususnya di negara-negara yang membutuhkan dukungan.



