JAKARTA – Tanggal 1 Agustus tercatat sebagai salah satu hari yang menyimpan berbagai peristiwa penting dalam sejarah dunia. Rentang peristiwa yang terjadi pada tanggal ini mencakup bencana alam dahsyat, penemuan ilmiah yang mengubah peradaban, konflik politik, hingga aksi teror yang mengguncang Indonesia.
Sejumlah kejadian tersebut tidak hanya meninggalkan dampak besar pada masanya, tetapi juga menjadi bagian dari catatan sejarah yang masih dikenang hingga kini. Berikut rangkuman sejumlah peristiwa penting yang terjadi setiap 1 Agustus.
Bom Atrium Plaza Senen Guncang Jakarta
Salah satu peristiwa yang membekas dalam sejarah Indonesia terjadi pada malam 1 Agustus 2001. Sekitar pukul 20.00 WIB, ledakan bom mengguncang kawasan Atrium Plaza Senen, Jakarta Pusat.
Serangan tersebut menimbulkan kepanikan di pusat perbelanjaan yang saat itu masih dipadati pengunjung. Akibat ledakan tersebut, enam orang menjadi korban.
Dalam proses penyelidikan, aparat keamanan berhasil mengungkap pelaku di balik aksi teror tersebut. Edi Setyono alias Abbas bersama Taufik bin Abdul Halim ditetapkan sebagai pelaku dan kemudian dijatuhi hukuman mati setelah dinyatakan bersalah dalam proses peradilan.
Kasus ini menjadi salah satu rangkaian aksi teror yang mewarnai Indonesia pada awal dekade 2000-an dan memperkuat langkah pemerintah dalam meningkatkan sistem keamanan serta pemberantasan terorisme.
Ledakan Bom di Depan Rumah Duta Besar Filipina
Setahun sebelumnya, tepat pada 1 Agustus 2000, Jakarta juga diguncang aksi bom yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Ledakan berasal dari sebuah kendaraan yang diparkir di depan kediaman resmi Duta Besar Filipina untuk Indonesia. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, termasuk Duta Besar Filipina Leonides T. Cadas.
Selain korban jiwa, sedikitnya 19 orang mengalami luka-luka akibat ledakan berkekuatan besar tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan, aparat mengidentifikasi Abdul Jabar bin Ahmad Kandai sebagai pelaku utama. Ia menyerahkan diri kepada aparat pada 2002, dua tahun setelah peristiwa itu terjadi.
Dalam menjalankan aksinya, Abdul Jabar diketahui bekerja sama dengan Faturrahman Al-Ghozi alias Saad dan Edi Setiono alias Usman.
Serangan tersebut menjadi salah satu aksi teror yang mendapat perhatian internasional karena menyasar perwakilan diplomatik asing di Indonesia.
Pemberontakan Nanchang Jadi Awal Berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok
Di bidang politik dan militer, tanggal 1 Agustus memiliki arti penting bagi Republik Rakyat Tiongkok.
Pada 1 Agustus 1927 terjadi Pemberontakan Nanchang, yang dipandang sebagai tonggak lahirnya Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (People’s Liberation Army/PLA).
Pemberontakan muncul ketika kelompok komunis melakukan perlawanan terhadap operasi pembersihan anti-komunis yang dilancarkan Partai Nasionalis Tiongkok.
Meski pemberontakan akhirnya berhasil dipadamkan, pasukan yang tersisa kemudian membentuk Tentara Revolusioner Petani dan Buruh Tiongkok.
Dalam perkembangan berikutnya, organisasi tersebut berubah nama menjadi Tentara Merah Petani dan Buruh Tiongkok sebelum akhirnya berkembang menjadi Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok yang dikenal hingga saat ini.
Hingga kini, setiap 1 Agustus diperingati sebagai hari jadi PLA dan menjadi salah satu momentum penting dalam sejarah militer Tiongkok.
Gempa Magnitudo 8,2 Picu Tsunami Raksasa di Laut Banda
Jauh sebelum era modern, Nusantara juga pernah mengalami bencana besar pada tanggal yang sama.
Pada 1 Agustus 1629, gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,2 mengguncang kawasan Laut Banda. Episentrum gempa berada di wilayah Palung Seram, dekat Kepulauan Banda.
Guncangan kuat tersebut memicu tsunami yang diperkirakan mencapai ketinggian sekitar 15 meter.
Gelombang besar menyapu sejumlah wilayah pesisir Kepulauan Banda hingga merobohkan banyak pepohonan.
Dampak gempa tidak hanya dirasakan di sekitar pusat gempa. Getaran dilaporkan terasa hingga Ambon yang berjarak sekitar 230 kilometer dari lokasi episentrum.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu catatan awal mengenai potensi gempa megathrust dan tsunami besar di kawasan timur Indonesia.
Penemuan Oksigen Ubah Sejarah Ilmu Pengetahuan
Selain diwarnai tragedi dan konflik, tanggal 1 Agustus juga dikenang sebagai momen penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
Pada 1 Agustus 1774, ahli kimia asal Inggris, Joseph Priestley, berhasil mengisolasi gas oksigen melalui eksperimen laboratorium.
Penemuan tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan ilmu kimia modern dan membuka pemahaman baru mengenai proses pembakaran serta respirasi makhluk hidup.
Dalam catatan sejarah sains, penemuan oksigen juga dikaitkan dengan ilmuwan asal Swedia Carl Wilhelm Scheele dan ilmuwan Prancis Antoine Lavoisier yang sama-sama memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman mengenai unsur tersebut.
Selain penelitian mengenai oksigen, Priestley juga dikenal melalui berbagai inovasi ilmiah lainnya, termasuk pengembangan air berkarbonasi atau air soda, riset tentang kelistrikan, serta penelitian terhadap berbagai jenis gas yang pada masa itu dikenal sebagai “udara tak berflogiston”.
Catatan Sejarah yang Terus Dikenang
Beragam peristiwa yang terjadi pada 1 Agustus menunjukkan bahwa satu tanggal dalam kalender dapat menyimpan beragam kisah yang membentuk perjalanan dunia.
Mulai dari tragedi bom yang mengubah kebijakan keamanan, bencana alam yang menjadi pelajaran mitigasi, lahirnya kekuatan militer besar di Asia, hingga penemuan ilmiah yang menjadi fondasi kehidupan modern, seluruhnya menjadi bagian dari catatan sejarah yang terus dipelajari lintas generasi.



