Kepolisian Daerah Metro Jaya melalui Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil membongkar asal-usul cairan rokok elektrik (vape) berisi zat berbahaya etomidate yang dikonsumsi selebgram Julia Prastini alias Jule.
Pengungkapan kasus ini membongkar jaringan distribusi lintas negara yang melibatkan dua wanita pemasok lokal hingga seorang warga negara asing (WNA) asal China.
Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandara Soetta, AKP Michael Tanjaya, membeberkan bahwa penyergapan terhadap Jule merupakan hasil pengembangan operasi pembuntutan (tailing) terhadap dua bandar wanita berinisial RR dan RN.
“Awalnya kami melakukan pembuntutan dan penangkapan terhadap dua orang perempuan berinisial RR dan RN. Dari situ kami mendapatkan peta peredaran, baik jaringan bandar utama maupun pihak pemesan,” jelas Michael, Sabtu (19/9/2026).
Undercover Delivery dan Penangkapan Pemasok WN China
Dari hasil interogasi terhadap RR dan RN, terkuak bahwa pasokan vape etomidate tersebut bersumber dari seorang pria warga negara China berinisial XC. Petugas juga menemukan adanya manifes pengiriman satu paket khusus berisi cartridge vape etomidate yang ditujukan kepada Jule.
Mendapati temuan tersebut, Satresnarkoba Polresta Bandara Soetta langsung membagi kekuatan menjadi dua tim untuk melakukan penindakan serentak pada Senin (14/9/2026):
-
Tim 1 (Penggerebekan Pemasok Utama): Bergerak menuju sebuah hotel di kawasan Jakarta Barat sekitar pukul 17.00 WIB. Tim berhasil meringkus WN China berinisial XC beserta barang bukti fantastis berupa 71 unit cartridge vape berisi etomidate.
-
Tim 2 (Operasi Undercover Control Delivery): Mengawal pengiriman paket pesanan ke sebuah apartemen di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada pukul 17.15 WIB. Paket tersebut diterima secara langsung oleh Jule.
Penyitaan Barang Bukti di Cilandak
Dalam penggerebekan di apartemen kawasan Cilandak tersebut, penyidik menyita total empat unit cartridge vape dari tangan Jule.
“Tiga cartridge di antaranya sudah kosong bekas pakai, sementara satu cartridge lainnya masih utuh terisi penuh zat etomidate,” tegas Michael.
Atas perbuatannya, jaringan penyuplai zat berbahaya ini kini mendekam di sel tahanan, sementara pihak kepolisian terus mendalami potensi masuknya pasokan liquid narkotika serupa di pintu-pintu masuk bandara internasional.