Hujan deras yang mengguyur kawasan barat dan utara Kabupaten Bogor pada Jumat (18/9/2026) malam membawa titik terang dalam penanganan kebakaran hebat di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga. Guyuran air hujan berintensitas tinggi tersebut berhasil menurunkan suhu permukaan dan memadamkan titik panas (hotspot) tersembunyi di bawah tumpukan sampah secara drastis.
Kabar menyejukkan ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa. Berdasarkan hasil pantauan teknologi drone thermal pada pukul 19.17 WIB, suhu di area pembuangan sampah tersebut tercatat mengalami penurunan sangat signifikan.
“Alhamdulillah, TPAS Galuga diguyur hujan. Hasil pemantauan thermal posisi pukul 19.17 WIB menunjukkan suhu panas anjlok turun,” ungkap Yudi.
Penggunaan drone thermal menjadi instrumen vital dalam operasi ini. Teknologi canggih tersebut difungsikan khusus untuk melacak keberadaan bara api terisolasi (subsurface fire) di kedalaman gunungan sampah yang berpotensi memicu timbulnya kobaran api baru.
Momen Haru Petugas: Sujud Syukur di Bawah Guyuran Hujan
Turunnya hujan deras di tengah perjuangan fisik melawan kepulan asap memicu reaksi emosional dari para petugas gabungan yang telah berjibaku di lokasi sejak hari pertama kebakaran.
Dalam rekaman video yang viral di media sosial, tampak seorang personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menengadahkan kedua tangannya ke langit sebelum akhirnya melakukan sujud syukur di atas tanah basah.
Anggota BPBD Kota Bogor, Andra Novandra, membenarkan situasi emosional tersebut. Ia menyampaikan bahwa hujan mulai mengguyur kawasan TPA Galuga sejak pukul 19.00 WIB dan bertahan cukup lama.
“Mudah-mudahan resapan air hujan ini bisa merembes hingga ke lapisan sampah paling dalam, sehingga titik panas di bawah benar-benar basah dan padam total,” tutur Andra.
Penurunan suhu tanah serta padamnya api bawah permukaan ini diharapkan dapat mengakhiri status siaga kebakaran di TPA Galuga, sekaligus membebaskan warga di sekitar pemukiman dari ancaman bahaya asap tebal.