JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan armada udara secara masif untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung wilayah Sumatra dan Kalimantan. Pemadaman dari udara (water bombing) digelar serentak di enam provinsi rawan, mencakup Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi pada Jumat (18/9/2026).
Langkah penanganan ini menyasar sebaran titik api (hotspot), kawasan hutan rawan, area pemukiman penduduk, hingga perimeter fasilitas vital seperti rumah sakit dan bandar udara.
Berdasarkan dokumen rencana operasi udara BNPB, puluhan helikopter dari beragam tipe disiagakan untuk mengguyur lokasi kebakaran yang telah dipetakan. Meski armada telah disebar, BNPB menekankan bahwa pergerakan unit di lapangan sangat bergantung pada tingkat jarak pandang (visibility) dan dinamika cuaca penerbangan.
Fokus Area Vital dan Kawasan Konservasi
Penanganan karhutla di Kalimantan Barat mengagendakan gempuran udara di lima kabupaten, yakni Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Melawi, dan Sintang. Unit armada seperti Sikorsky EH-60A diterjunkan di Desa Pematang Gadung (Matan Hilir Selatan), sementara Super Puma H225 menyisir Desa Laman Satong (Matan Hilir Utara).
Untuk wilayah Kayong Utara, tiga helikopter mencakup Sikorsky UH-60L, MI-172, dan MI-17-1V dikerahkan memadamkan api di tiga titik, termasuk zona Taman Nasional Gunung Palung. Operasi di provinsi ini turut disokong helikopter NAS-332 Super Puma di Kubu Raya, serta dua unit Bell 412 EPI di Melawi dan Sintang.
Di Kalimantan Tengah, titik pengeboman air difokuskan pada dua wilayah di Kabupaten Pulang Pisau, yaitu Kecamatan Kahayan Kuala dan Sebangau Kuala, menggunakan helikopter jenis Puma serta Kamov 32A. Adapun Kecamatan Sabangau di Kota Palangka Raya disiapkan sebagai lokasi alternatif jika terjadi kendala teknis atau jarak pandang di lokasi utama.
Sementara itu, Kalimantan Selatan memprioritaskan pengamanan ring satu kawasan strategis Bandara Syamsudin Noor. Dua unit helikopter dikerahkan menyiram sebaran api di sekitar area bandara—termasuk titik terdekat dari Rumah Sakit Samli—dengan satu unit helikopter disiagakan menyusul hasil pemantauan tim darat dan patroli udara.
Sumatra Jadi Wilayah Titik Sasaran Terbanyak
Di Pulau Sumatra, Sumatera Selatan tercatat menjadi wilayah dengan sebaran lokasi pengeboman air terbanyak. Terdapat lima titik sasaran yang berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Muara Enim. Lima unit helikopter disebar ke kawasan Pangkalan Lampam, Sungai Menang, Rantau Bayur, Gelumbang, hingga Tulung Selapan berdasarkan koordinat terlampir.
Di Provinsi Riau, intervensi udara dipusatkan di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kampar. Sebanyak empat helikopter—meliputi Sikorsky S-61A, Sikorsky UH-60L, MI-8AMT, dan Mi-8T—diterjunkan menyisiri rute pemadaman dari Rengat Selatan hingga Sungai Serai.
Adapun di Jambi, operasi menyasar kawasan ekosistem penting Taman Nasional Berbak Sembilang dan wilayah Sadu di Tanjung Jabung Timur dengan pengerahan helikopter Mi-17 1V. Di kabupaten yang sama, satu unit Sikorsky UH60A juga dijadwalkan beroperasi secara terpisah di kawasan Teluk Dawan.
Pengerahan armada udara skala besar ini menegaskan komitmen BNPB dalam menekan laju perluasan karhutla yang berpotensi memicu bencana kabut asap lintas daerah. BNPB menegaskan seluruh pergerakan helikopter water bombing tetap mengedepankan faktor keselamatan penerbangan dan bersifat dinamis mengikuti perkembangan kondisi faktual di lapangan.