Rosé dari Blackpink mencetak sejarah baru di dunia musik global pada Minggu malam (waktu setempat) dengan menjadi artis K-pop solo pertama yang tampil di panggung Grammy Awards. Penyanyi berusia 28 tahun ini membuka gelaran Grammy Awards ke-68 di Crypto.com Arena, Los Angeles, lewat penampilan energik bersama Bruno Mars membawakan lagu kolaborasi mereka, “APT.”
Tampil dengan estetika pop-punk yang edgy—tank top putih, dasi hitam, serta rambut pirang platinum—Rosé dan Mars menghadirkan aransemen penuh energi bernuansa rock dari lagu yang terinspirasi permainan minum tradisional Korea tersebut.
Bruno Mars memperkenalkan Rosé kepada penonton dengan penuh karisma, “Ladies and gentlemen, big bad Rosie,” sebelum panggung dibakar oleh performa pembuka yang langsung mencuri perhatian.
Tahun Bersejarah bagi K-pop di Grammy
Penampilan pembuka Rosé menandai momen terobosan penting bagi K-pop di ajang Grammy Awards. Tahun ini, Rosé mengantongi tiga nominasi Grammy untuk “APT.”, masing-masing di kategori Record of the Year, Song of the Year, dan Best Pop Duo/Group Performance.
Capaian tersebut menjadikannya artis K-pop pertama yang menembus kategori general field, kategori paling prestisius dalam Grammy.
Lebih awal pada hari yang sama, K-pop juga mencatat sejarah dengan kemenangan Grammy pertamanya. Lagu “Golden” dari film animasi Netflix KPop Demon Hunters meraih penghargaan Best Song Written for Visual Media dalam upacara premiere.
Para penulis lagu—EJAE, Park Hong Jun (Teddy), dan Mark Sonnenblick—menyampaikan pidato kemenangan dalam bahasa Inggris dan Korea, sekaligus memberi penghormatan kepada Teddy sebagai pionir K-pop.
Namun, untuk kategori Best Pop Duo/Group Performance, kemenangan diraih oleh Ariana Grande dan Cynthia Erivo lewat lagu “Defying Gravity” dari film Wicked, mengungguli “APT.” dan “Golden”.
Dari Trainee Hingga Pelopor Global
Popularitas Rosé sebagai solois melejit lewat album debutnya, Rosie, yang dirilis pada Desember 2024. Lagu “APT.” mendominasi Billboard Global 200 selama 12 minggu dan mencatat sejarah sebagai lagu pertama dari artis K-pop yang masuk chart Billboard Pop Airplay.
Dalam wawancara terbarunya di podcast Call Her Daddy, Rosé membandingkan momen nominasi Grammy ini dengan saat ia pertama kali terpilih menjadi trainee YG Entertainment di Australia.
“Nominasi Grammy ini terasa seperti, ‘Ya ampun, aku tidak pernah berpikir ini mungkin terjadi,’” ujar Rosé. “Ini seperti bab kedua dalam hidupku.”
Meski BTS sebelumnya telah tampil di Grammy sebagai grup pada 2020, 2021, dan 2022 serta meraih lima nominasi tanpa kemenangan, kehadiran Rosé sebagai artis solo di panggung Grammy menandai babak baru representasi K-pop di industri musik global.