Rapper peraih Grammy asal Amerika Serikat, Macklemore, membuktikan bahwa aksi kepedulian sosialnya mendapat dukungan masif dari publik dunia. Hanya berselang 24 jam setelah dibuka, seluruh tiket rangkaian ‘Free Palestine Tour’ milik musisi berumur 43 tahun tersebut resmi habis terjual (sold out).
Kabar itu dibagikan langsung oleh pemilik nama asli Ben Haggerty ini melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (30/9/2026). Rencananya, seluruh keuntungan dari penjualan tiket konser solidaritas ini akan didonasikan langsung ke berbagai organisasi kemanusiaan yang berfokus membantu warga Palestina.
“Tiga konser pertama langsung sold out. Sejujurnya saya sungguh tidak menyangka,” tulis Macklemore penuh haru.
“Kami menyiapkan konser ini dalam waktu singkat bersama komunitas, didorong keyakinan bahwa musisi mampu berdiri bersolidaritas untuk Palestina—menggunakan panggung untuk menggalang dana serta menunjukkan kekuatan aksi kolektif. Seni akan selalu menjadi bentuk perlawanan,” tegasnya.
Jawaban Usai Dicoret dari Tur Ed Sheeran
Pengumuman tur independen ini diluncurkan Macklemore pada 24 September 2026, tak lama setelah namanya dicoret secara sepihak dari daftar penampil pembuka (opening act) Loop Tour milik Ed Sheeran akibat orasi politiknya di atas panggung dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Untuk gelombang pertama akhir Oktober 2026, Free Palestine Tour bakal menyambangi tiga kota besar Eropa: Dublin (Irlandia), Paris (Prancis), dan London (Inggris), sebelum melanjutkannya ke sejumlah kota di Amerika Serikat.
” Dublin, Paris, dan London, terima kasih telah hadir dan menunjukkan dukungan,” ungkap pelantun tembang Thrift Shop tersebut. “Respons ini menjadi pengingat bahwa jutaan orang di seluruh dunia berdiri bersama untuk Palestina yang merdeka. Bersikap apolitis di tengah fenomena genosida pada tahun 2026 sudah bukan lagi pilihan.”
Eksodus Musisi Pendamping dan Permintaan Maaf Ed Sheeran
Langkah tegas Macklemore rupanya memicu efek domino di dalam industri hiburan. Sebagai bentuk solidaritas atas pencoretan pelantun Same Love tersebut, jajaran musisi pendamping tur Ed Sheeran di kawasan Amerika Serikat dan Amerika Latin memilih mundur massal. Nama-nama besar seperti Finneas (kakak sekaligus produser Billie Eilish), grup musik Lukas Graham, hingga grup beoga dan Aaron Rowe kompak angkat kaki dari panggung Sheeran.
Ed Sheeran sendiri memberikan klarifikasi bahwa pemutusan kontrak Macklemore dilakukan langsung oleh pihak promotor tur, bukan atas perintah pribadinya. Di tengah gelombang kritik saat menggelar konser di Philadelphia pada 19 September 2026, Sheeran menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik.
“Saya harus mengambil keputusan-keputusan sulit dan saya mengakui telah melakukan kesalahan. Saya sungguh meminta maaf,” aku Sheeran di hadapan puluhan ribu penonton.
“Saya tak pernah berniat menjadi musisi aktivis, tetapi situasi ini menyeret saya ke tengah perdebatan krusial mengenai kebebasan berbicara. Ini adalah krisis kemanusiaan. Tragedi pada 7 Oktober di festival Nova adalah hal mengerikan, tetapi apa yang terjadi di Gaza saat ini adalah sebuah bencana yang tidak dapat dibenarkan dan sangat tidak proporsional,” pungkas Sheeran.