Pilot Flydubai yang diduga melakukan aksi teror dengan menyerang rekannya menggunakan dalam penerbangan menuju Tel Aviv pada Rabu lalu ternyata memiliki riwayat radikalisme. Pelaku diidentifikasi sebagai Hamam al-Hammami, warga negara Oman kelahiran UEA berusia sekitar 43 tahun.
Menurut sumber diplomatik, al-Hammami sebelumnya pernah dikeluarkan dari pelatihan penerbangan dan dipindahkan dari posisi pilot di maskapai Oman Air pada tahun lalu karena terindikasi memiliki pandangan ekstremis.
Riwayat Kerja dan Kegagalan Rekrutmen
Sebelum bekerja di Flydubai selama sekitar delapan bulan, profil profesional al-Hammami mencatatkan riwayat kerja yang berpindah-pindah:
-
Oman Air: Bekerja selama tujuh tahun hingga dihentikan pada awal 2025 akibat masalah kepribadian/radikalisme.
-
Royal Air Maroc: Mengikuti proses pelatihan pra-kerja selama tiga bulan pada 2025, namun dinyatakan tidak lolos seleksi.
-
Flydubai: Bergabung dalam beberapa bulan terakhir sebelum akhirnya melancarkan aksi nekat di udara.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut pelaku diduga telah terpapar indoktrinasi radikal Islamis.
Unggahan Ekstremis dan Rekam Jejak Media Sosial
Tak lama setelah insiden penerbangan terjadi, akun LinkedIn dan Instagram milik al-Hammami sempat mengunggah konten yang diduga telah dijadwalkan sebelumnya:
-
Video Kokpit: Menampilkan rekaman diam-diam pesawat maskapai Israel (El Al dan Arkia) di bandara, lalu ditutup dengan foto tokoh Al-Qaeda seperti Ayman al-Zawahiri dan pelaku bom bunuh diri Humam al-Balawi.
-
Konten Naratif: Foto buatan AI terkait situs suci Islam yang diiringi puisi tentang penolakan terhadap penghinaan dan kesiapan menghadapi kematian.
Analisis terhadap ribuan cuitan lamanya di X (Twitter) juga menunjukkan bahwa al-Hammami memiliki pandangan keagamaan yang sangat ekstrem serta bertekad menolak kesetaraan gender di tempat kerja.
Insiden pengambilalihan pesawat dan penyerangan kapak yang berhasil digagalkan oleh para penumpang serta kru ini memicu keprihatinan global terkait ketatnya proses pemeriksaan latar belakang (background check) dalam rekrutmen pilot di industri penerbangan internasional. Pihak Flydubai dan otoritas terkait saat ini masih melakukan investigasi mendalam.