Kreator konten kondang Ria Ricis memutus langkah untuk membatalkan penerbangan helikopter di Bali pada Jumat (2/10/2026). Keputusan tegas tersebut diambil setelah Ricis merasa menerima perlakuan yang kurang ramah dari staf penyedia jasa di lokasi.
Awalnya, kedatangan Ricis ke heliport bertujuan memenuhi agenda penerbangan yang telah disepakati. Namun, kekecewaan mendalam terhadap sikap petugas lapangan membuatnya mantap membatalkan penerbangan meski proses administrasi dan pembayaran telah dirampungkan.
Melalui unggahan di media sosial saat menuju kendaraan pribadinya, Ricis meluapkan rasa kecewanya terhadap dugaan perbedaan standar pelayanan (double standard) antara wisatawan lokal dan asing.
“Nggak jadi naik, guys. Mbak-mbaknya judes, padahal kita udah bayar. Kalau sama bule senyum, sama kita judes. Aku nggak suka,” cetus Ricis.
Klarifikasi dan Permohonan Maaf Fly Bali Helicopter
Menanggapi keluhan yang mendadak tular di media sosial tersebut, manajemen Fly Bali Helicopter secara terbuka melayangkan surat permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami sang kreator konten.
Dalam penjelasannya, pihak pengelola mengklarifikasi bahwa keterlambatan operasional saat itu dipicu oleh kepadatan jadwal serta keterbatasan personil di lapangan. Saat kejadian berlangsung, hanya ada satu pilot yang bersiaga karena pilot lainnya ditugaskan dalam misi kemanusiaan penanganan kebakaran hutan di Kalimantan.
Penundaan penerbangan juga bertepatan dengan jadwal ibadah pilot yang bertugas, sehingga staf berupaya memberikan pengarahan terkait prosedur keselamatan, dokumentasi, dan penyesuaian jadwal.
“Kami memahami bahwa cara penyampaian terkait keterlambatan tersebut mungkin kurang tepat, sehingga membuat tamu merasa tidak nyaman dan memilih tidak melanjutkan penerbangan,” tulis manajemen Fly Bali Helicopter melalui penyataan resminya.
Pihak manajemen turut menyayangkan rombongan Ricis yang langsung meninggalkan lokasi, sehingga proses klarifikasi serta penawaran solusi tidak sempat diselesaikan secara tatap muka.
Manajemen Fly Bali Helicopter juga secara tegas menampik tuduhan mengenai perbedaan perlakuan atau diskriminasi pelayanan berdasarkan asal-usul wisatawan.
“Fly Bali tidak pernah memiliki niat ataupun kebijakan untuk membedakan pelayanan bagi wisatawan lokal maupun asing. Wisatawan domestik selalu kami sambut dengan hangat, sebagaimana seluruh tamu yang datang kepada kami,” tegas pihak pengelola.