Perwira Tinggi TNI AD yang kini mengemban amanat sebagai Asisten Operasi (Asops) Kasdam Jaya, Brigjen TNI Mohamad Iswan Nusi, S.H., kembali mengukir prestasi membanggakan. Di tengah padatnya tanggung jawab menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan ibu kota, ia sukses memboyong dua penghargaan akademik sekaligus dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Rabu (1/10/2026).
Pencapaian ganda tersebut dianugerahkan dalam sidang Yudisium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unjani untuk Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.
Dua predikat prestisius yang berhasil disabetnya meliputi:
-
Lulusan Terbaik Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan
-
Lulusan Terbaik Tingkat Fakultas untuk Program Magister
Berdasarkan piagam penghargaan resmi yang diserahkan di Kampus Unjani Cimahi, Brigjen Iswan Nusi menyelesaikan jenjang S2 Ilmu Pemerintahan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84 dan berhak menyandang predikat “Dengan Pujian” (Cum Laude).
Sinergi Rekam Jejak Strategis dan Kapasitas Intelektual
Keberhasilan ini semakin memperkuat rekam jejak Brigjen Iswan Nusi sebagai figur kepemimpinan militer yang responsif terhadap dinamika akademis. Sebelum menorehkan tinta emas di Unjani, ia juga tercatat sebagai lulusan terbaik Pendidikan Reguler (Dikreg) Sesko TNI LIV Tahun 2025 dengan predikat Magna Cum Laude.
Usai menuntaskan pendidikan strategis militer tersebut, ia dipercaya menduduki posisi kunci sebagai Asops Kasdam Jaya sejak Januari 2026, menggantikan Kolonel Inf Andri Sulistiawan melalui prosesi serah terima jabatan yang dipimpin langsung oleh Pangdam Jaya/Jayakarta.
Menjaga Tradisi Belajar di Tengah Tugas Negara
Pendidikan Magister Ilmu Pemerintahan yang ditempuh Brigjen Iswan Nusi memberikan kontribusi nyata dalam memperluas perspektif tata kelola pemerintahan, formulasi kebijakan publik, hingga analisis dinamika sosial-politik—aspek yang sangat relevan dengan fungsi komando serta pengabdian militer modern.
Capaian dua penghargaan pada 1 Oktober 2026 ini menjadi cermin bahwa padatnya tugas operasional tak menjadi penghalang untuk terus mengasah kapasitas intelektual.
Prestasi sang jenderal bintang satu ini diharapkan dapat menjadi motivasi serta inspirasi bagi jajaran prajurit TNI, bahwa kepemimpinan lapangan, profesionalisme, dan keunggulan akademik dapat berjalan beriringan demi memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.