JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 25 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Sejumlah nama mencuri perhatian dalam susunan tersebut, mulai dari mantan menteri, tokoh agama, pengusaha, akademisi hingga pengamat politik Rocky Gerung.
Pelantikan tersebut sekaligus menandai terbentuknya kembali jajaran Wantimpres di pemerintahan Prabowo. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 127/P Tahun 2026, Pratikno ditetapkan sebagai Ketua Wantimpres merangkap anggota.
Pratikno sebelumnya baru saja meninggalkan kursi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) setelah terkena reshuffle kabinet pada Kamis (1/10/2026). Dalam perubahan susunan kabinet itu, posisi Menko PMK kemudian ditempati Sugiono.
Sehari setelah tidak lagi menjadi menteri, Pratikno kembali datang ke Istana untuk mengikuti pelantikan Wantimpres. Sebelum prosesi, ia membenarkan bahwa dirinya mendapat undangan untuk pelantikan tersebut.
“Iya ini saya diundang untuk pelantikan apa, Wantimpres,” kata Pratikno.
Pratikno sebelumnya belum mengetahui secara pasti posisi yang akan diberikan kepadanya. Ia mengatakan belum menerima salinan Keputusan Presiden ketika tiba di Istana.
“Ya nanti kita lihat, saya belum memperoleh salinan Keppres,” ujarnya.
Selain Pratikno, nama Rocky Gerung juga menjadi sorotan. Akademisi dan pengamat politik itu hadir di Istana pada Jumat siang dengan mengenakan setelan jas. Kehadirannya terjadi bersamaan dengan agenda pelantikan Wantimpres.
Saat ditanya mengenai kedatangannya ke Istana dan kemungkinan dilantik sebagai Wantimpres, Rocky tidak memberikan penjelasan panjang.
“Ini gua ada acara radical break. Udah,” ujar Rocky sebelum masuk ke kompleks Istana.
Namun, dalam keputusan yang dibacakan saat pelantikan, Rocky Gerung tercantum sebagai salah satu anggota Wantimpres. Dengan demikian, ia resmi masuk dalam jajaran lembaga yang memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.
Selain Rocky, sejumlah tokoh yang sebelumnya telah terlihat datang ke Istana juga masuk dalam jajaran Wantimpres. Mereka antara lain Budi Gunawan, Jusuf Hamka, Dato Sri Tahir, Philip Kuncoro Wijaya, Ida Bagus Purwalaksana, Agum Gumelar, Chairul Tanjung, Anwar Usman, Salim Segaf Aljufri, Anwar Iskandar dan Yahya Cholil Staquf.
Berikut daftar 25 nama Wantimpres yang dilantik Presiden Prabowo:
- Pratikno
- Muhammad Qodari
- Hatta Rajasa
- Agum Gumelar
- Soekarwo
- Dato Sri Tahir
- Ignasius Jonan
- Budi Gunawan
- Jusuf Hamka
- Said Aqil Siradj
- Yahya Cholil Staquf
- Quraish Shihab
- Anwar Usman
- Chairul Tanjung
- Bambang Soesatyo
- Sinta Nuriyah Wahid
- Philip Kuncoro Wijaya
- Ida Bagus Purwalaksana
- Salim Segaf Aljufri
- Budi Tanoe Wibowo
- Yusuf Wanandi
- Anwar Iskandar
- Rocky Gerung
- Margarito Kamis
- Muhammad Hatta.
Dalam susunan tersebut, Pratikno menjadi Ketua Wantimpres merangkap anggota. Sementara Hatta Rajasa tercatat sebagai Wakil Ketua, sedangkan Muhammad Qodari masuk dalam jajaran pimpinan sebagai sekretaris menurut laporan mengenai susunan Wantimpres yang dilantik.
Kehadiran sejumlah tokoh dengan latar belakang berbeda membuat susunan Wantimpres kali ini diisi oleh figur dari berbagai bidang. Selain mantan pejabat pemerintahan, terdapat tokoh agama, pengusaha, akademisi, aktivis dan pengamat politik.
Sementara itu, Wantimpres merupakan lembaga yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara. Lembaga tersebut berada di bawah Presiden dan bertanggung jawab kepada Presiden.
Perubahan jumlah anggota Wantimpres juga dimungkinkan setelah perubahan UU Nomor 19 Tahun 2006 melalui UU Nomor 64 Tahun 2024. Aturan tersebut tidak lagi menetapkan batas maksimal sembilan anggota, melainkan menyebut jumlah anggota ditentukan sesuai kebutuhan Presiden dengan mempertimbangkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.
Dengan dilantiknya 25 anggota tersebut, jajaran Wantimpres kini resmi menjalankan fungsi pemberian nasihat dan pertimbangan kepada Presiden Prabowo dalam pemerintahan periode 2024-2029.