Vokalis band rock kenamaan Jepang ONE OK ROCK, Takahiro Moriuchi (Taka), tengah menjadi sorotan tajam publik usai menyampaikan pesan dukungan terbuka kepada Ed Sheeran. Langkah tersebut memicu gelombang kekecewaan dari para penggemar, tak terkecuali fanbase resmi ONE OK ROCK di Indonesia.
Sorotan publik mencuat setelah Taka mengunggah komentar di Instagram Story Ed Sheeran, yang kala itu sedang menanggapi situasi pelik terkait pencoretan rapper asal Amerika Serikat, Macklemore, dari rangkaian Loop Tour.
“Ed, itu butuh keberanian. Bagiku, kamu adalah cermin. Tidak ada selain rasa hormat,” tulis Taka dalam bahasa Inggris.
Dukungan Taka tersebut lantas menuai kritik pedas dari netizen. Pasalnya, isu pencoretan Macklemore dipicu oleh aksi sang rapper yang gencar menyuarakan dukungan terhadap Palestina di atas panggung konser kawasan AS.
Pihak promotor mengklaim beberapa venue menolak kehadiran Macklemore, sementara sejumlah musisi pendamping Ed Sheeran memilih mundur sebagai bentuk solidaritas atas isu kemanusiaan tersebut.
Sikap Taka dianggap kurang sensitif terhadap tragedi kemanusiaan di Palestina. Terlebih lagi, ONE OK ROCK selama ini dikenal lewat karya-karya musiknya yang sarat akan pesan kritis, kepedulian sosial, dan isu kemanusiaan.
Klarifikasi Taka: Murni Bela Sahabat, Menolak Perang
Merespons gelombang kritik, Taka segera mengunggah klarifikasi lewat Instagram Story. Ia menyampaikan permohonan maaf jika pernyataannya memicu kesalahpahaman, seraya menegaskan bahwa tanggapannya murni bentuk simpati pribadi kepada sahabat yang sedang dirundung masalah.
“Jika saya menyebabkan kesalahpahaman, saya minta maaf kepada semuanya. Saya hanya tidak bisa tinggal diam melihat seorang teman berada dalam situasi sulit seperti itu,” tulis Taka.
Ia juga menegaskan bahwa dukungannya kepada Ed Sheeran bukanlah bentuk keberpihakan pada posisi politik mana pun. Taka menyatakan secara terbuka bahwa dirinya menolak segala bentuk perang serta kekerasan terhadap warga sipil dan anak-anak.
Lebih lanjut, Taka menyuarakan pandangannya mengenai kebebasan berekspresi bagi para seniman. Menurutnya, setiap musisi memiliki hak untuk menyampaikan pandangan pribadi tanpa harus dihambat atau dilarang tampil.
Reaksi Keras Fanbase ONE OK ROCK Indonesia
Kendati Taka telah menyampaikan klarifikasi, rasa kecewa mendalam tetap dirasakan oleh fanbase ONE OK ROCK Indonesia (@oneokerock_indo). Melalui pernyataan resmi yang diunggah pada 21 September, mereka menilai ada kontradiksi yang nyata antara nilai-nilai kemanusiaan dalam musik ONE OK ROCK dengan sikap personal vokalisnya.
“Pada awalnya, bagi kami, album Detox merupakan sebuah bentuk pendobrak terhadap situasi dunia yang sedang mengalami berbagai persoalan. Namun, kami kemudian melihat adanya perbedaan makna antara pesan yang kami tangkap dari album tersebut dengan sikap orang-orang yang membuatnya. Hal ini menjadi sesuatu yang sulit untuk kami terima,” tulis akun @oneokerock_indo.
Sebagai bentuk protes dan penegasan sikap, fanbase tersebut resmi menghentikan sementara seluruh kegiatan dan kerja sama event yang telah direncanakan sebelumnya.
“Oleh karena itu, One OK Rock Indonesia memutuskan untuk membatalkan kerja sama dengan event-event yang sebelumnya telah kami rencanakan, sampai waktu yang belum dapat kami tentukan,” tegas mereka.