NEW YORK – Indonesia kembali mendorong langkah konkret untuk mempercepat upaya perdamaian dan membantu masyarakat Palestina di tengah situasi Gaza yang masih memprihatinkan.
Seruan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono saat menghadiri pertemuan tingkat menteri delapan negara Arab dan Islam di New York, Senin (21/9/2026).
Pertemuan berlangsung di sela High-Level Week Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa atau SMU PBB.
Agenda High-Level Week 2026 berlangsung pada 22–28 September dengan perhatian besar terhadap isu perdamaian dan kerja sama multilateral.
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono meminta Group of Eight menghasilkan tindakan yang dapat memberikan dampak langsung bagi rakyat Palestina.
Menurut Sugiono, kondisi kemanusiaan di Gaza membuat negara-negara terkait tidak cukup hanya menyampaikan dukungan politik.
“Kita berkomitmen untuk tegaknya perdamaian, tetapi rakyat Palestina belum melihat perubahan nyata.”
“Dalam jangka pendek, yang mereka butuhkan adalah mengalirnya bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, dan berhentinya pembunuhan di Gaza,” ujar Sugiono dalam keterangannya.
Indonesia juga mendorong delapan negara mempertahankan koordinasi dan menyampaikan pesan diplomatik yang selaras terkait penyelesaian konflik Palestina.
Sugiono menilai kesatuan sikap diperlukan agar berbagai upaya diplomasi internasional tidak berhenti pada pernyataan, tetapi menghasilkan perkembangan konkret.
“Kita harus menyampaikan pesan yang kuat. Kita ingin melihat bahwa upaya yang kita lakukan benar-benar menghasilkan kemajuan dan perubahan bagi rakyat Palestina,” jelasnya.
Group of Eight tersebut beranggotakan Indonesia, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Türkiye, dan Pakistan.
Forum itu melanjutkan koordinasi delapan negara Arab dan Islam yang mulai diinisiasi pada High-Level Week SMU PBB ke-80 pada 2025.
Koordinasi tersebut diarahkan untuk membahas langkah bersama dalam mendorong penyelesaian persoalan Palestina melalui jalur diplomasi.
Bagi Indonesia, isu Palestina menjadi salah satu perhatian utama dalam agenda diplomasi selama High-Level Week SMU PBB tahun ini.
Pemerintah juga menempatkan dukungan terhadap pemulihan dan rekonstruksi Gaza sebagai bagian dari keterlibatan Indonesia dalam upaya perdamaian.
Indonesia turut menggunakan berbagai forum internasional untuk memperkuat dukungan terhadap penyelesaian konflik Palestina secara berkelanjutan.
Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace juga menjadi salah satu jalur yang digunakan pemerintah untuk terlibat dalam proses stabilisasi dan rehabilitasi Gaza.
Sebelumnya, Sugiono menjelaskan bahwa Indonesia bergabung dalam Board of Peace untuk ikut mendorong perdamaian serta memastikan orientasi proses tersebut tetap mendukung kemerdekaan Palestina.
Di tingkat diplomasi, Indonesia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat Palestina dalam proses menuju perdamaian yang berkelanjutan.
Selain isu Palestina, delegasi Indonesia dijadwalkan mengikuti berbagai agenda tingkat tinggi yang membahas pembangunan, perubahan iklim, kesehatan, dan penguatan multilateralisme.
Rangkaian agenda tersebut menjadi bagian dari High-Level Week SMU PBB ke-81 yang mempertemukan para pemimpin dan perwakilan tingkat tinggi negara anggota PBB.
Momentum sidang tahunan PBB juga dimanfaatkan Indonesia untuk memperkenalkan pencalonan sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030.
Pencalonan tersebut sebelumnya telah diumumkan Sugiono melalui Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri pada Januari 2026.
Langkah diplomasi Indonesia di New York menunjukkan bahwa isu Palestina tetap ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam agenda politik luar negeri Indonesia.***
