Michigan – Politikus Muslim dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed (42), terpilih sebagai anggota Senat Amerika Serikat (AS) dari negara bagian Michigan. Setelah dinyatakan menang dalam pemilihan sela pada 3 November 2026, El-Sayed langsung menanggapi ejekan yang sebelumnya dilontarkan Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance.
Dikutip dari Al Jazeera, Minggu (8/11/2026), Trump dan Vance sebelumnya melontarkan sejumlah pernyataan yang menyasar El-Sayed menjelang pemilu paruh waktu. Dalam kontestasi tersebut, El-Sayed berhadapan dengan Mike Rogers, kandidat yang mendapat dukungan Trump.
Trump beberapa kali mengejek nama El-Sayed. Bahkan, Trump menyatakan bahwa sebagai presiden, dirinya dapat menyebut dokter sekaligus mantan pejabat kesehatan masyarakat asal Michigan tersebut dengan sebutan apa pun. Trump menyebut El-Sayed sebagai seorang “jihadis”, sedangkan Vance menggambarkannya sebagai seorang “psikopat”.
Setelah hasil pemilu menunjukkan kemenangannya, El-Sayed membalas pernyataan tersebut dalam pidato di hadapan para pendukungnya. Ia menyoroti peran konstitusional Vance yang nantinya harus melantik dirinya sebagai senator.
“JD, habibi (panggilan sayang dalam bahasa Arab), sungguh ironis, berdasarkan konstitusi, Anda wajib melantik saya pada bulan Januari nanti,” ujar El-Sayed yang disambut sorakan para pendukungnya.
El-Sayed juga menyampaikan sindiran kepada Trump terkait ejekan terhadap namanya. Ia mengatakan bahwa setelah resmi dilantik pada Januari 2027, Trump cukup memanggilnya dengan sebutan “Senator”.
“Donald, saya tahu Anda kesulitan melafalkan nama saya. Jadi, saat JD melantik saya nanti, Anda bisa memanggil saya ‘senator’. Semoga kita tidak perlu lagi melihat sosok seperti Anda di Michigan,” katanya.
Kemenangan atas Mike Rogers sekaligus menjadikan El-Sayed sebagai Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Senat AS. Hasil tersebut diraih setelah kampanyenya diwarnai serangan terhadap keyakinan yang dianutnya.
Selain persoalan agama, El-Sayed juga mendapat sorotan karena sikapnya yang menentang keterlibatan militer AS di Timur Tengah serta dukungan Washington terhadap Israel.
Dalam pidato kemenangannya, El-Sayed turut menyinggung pengalaman keluarga yang mungkin kesulitan menjelaskan kepada anak-anak mereka mengenai ejekan terhadap seseorang karena nama maupun cara beribadahnya.
“Kepada semua orang tua yang kesulitan menjelaskan mengapa seorang presiden secara terbuka mengejek seseorang karena nama atau cara mereka berdoa, sampaikanlah kepada anak-anak Anda besok bahwa pihak yang jahat telah kalah,” ujar El-Sayed.
Kemenangan tersebut menandai terpilihnya El-Sayed sebagai senator Muslim pertama dalam sejarah Senat Amerika Serikat. Ia dijadwalkan menjalani pelantikan pada Januari 2027.