Mie instan memang jadi penyelamat saat lapar mendadak atau lagi males masak. Praktis, murah, dan rasanya enak. Tapi tahukah kamu kalau mie instan sudah tinggi natrium (garam), lemak jenuh, dan MSG, sehingga sebenarnya kurang sehat jika dikonsumsi terlalu sering?
Nah, masalahnya jadi lebih serius kalau mie instan dikombinasikan dengan makanan tertentu. Kombinasi ini bisa memperburuk beban pada tubuh, mulai dari lonjakan gula darah, tekanan darah tinggi, risiko obesitas, hingga gangguan pencernaan dan masalah jantung jangka panjang.
Berikut daftar makanan/minuman yang sebaiknya dihindari dimakan bareng mie instan, beserta alasannya:
1. Nasi Putih (atau Karbohidrat Olahan Lain dalam Jumlah Banyak)
Mie instan sudah mengandung karbohidrat olahan dalam jumlah cukup tinggi, terutama dari tepung terigu yang menjadi bahan utamanya. Ketika ditambah dengan nasi putih, maka tubuh akan menerima asupan karbohidrat ganda dalam waktu singkat. Kombinasi ini menyebabkan lonjakan gula darah yang sangat cepat dan drastis, sehingga pankreas harus bekerja ekstra keras memproduksi insulin.
Bagi orang yang memiliki resistensi insulin, pra-diabetes, atau diabetes, pola makan seperti ini sangat berisiko memperburuk kondisi. Selain itu, karena keduanya rendah serat, pencernaan menjadi lambat, sering menimbulkan rasa kembung, sembelit, dan penumpukan kalori yang berujung pada kenaikan berat badan.
2. Telur Setengah Matang atau Telur Mentah
Banyak orang menyukai sensasi telur setengah matang atau bahkan telur mentah yang dipecahkan langsung di atas mie instan panas. Sayangnya, cara memasak mie instan yang hanya menggunakan air mendidih singkat (biasanya 3–4 menit) tidak cukup untuk membunuh bakteri Salmonella yang mungkin terdapat pada telur mentah atau setengah matang.
Risiko keracunan makanan menjadi sangat nyata, terutama jika telur berasal dari sumber yang kurang terjamin kebersihannya. Selain itu, kombinasi protein hewani tinggi dari telur dengan natrium sangat tinggi dari bumbu mie instan juga dapat membebani kerja ginjal dan hati dalam waktu bersamaan.
3. Daging Olahan (Sosis, Bakso, Nugget, Kornet, Kornet + Keju)
Daging olahan seperti sosis, nugget, bakso pabrik, kornet, atau daging kalengan merupakan salah satu topping paling populer untuk mie instan. Namun, hampir semua produk ini mengandung natrium yang sangat tinggi serta bahan pengawet seperti nitrit/nitrat.
Ketika dikombinasikan dengan bumbu mie instan yang juga kaya garam dan MSG, total asupan natrium dalam satu porsi bisa melebihi batas harian yang direkomendasikan oleh WHO.
Konsumsi berulang pola makan ini meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, stroke, serta kerusakan pembuluh darah. Lemak jenuh yang terkandung dalam kornet atau keju juga menambah beban pada sistem kardiovaskular.
4. Kerupuk (terutama kerupuk udang/gabus yang digoreng)
Kerupuk sering dijadikan pendamping mie instan karena teksturnya yang renyah. Namun, kerupuk goreng biasanya tinggi lemak trans dan lemak jenuh dari minyak goreng yang digunakan berulang kali. Ditambah lagi, banyak kerupuk juga mengandung natrium tinggi serta MSG tambahan.
Kombinasi mie instan + kerupuk menciptakan makanan yang sangat padat kalori, tinggi lemak, tinggi karbohidrat olahan, dan tinggi garam—semua faktor yang mempercepat terjadinya obesitas, sindrom metabolik, serta peradangan dalam tubuh.
5. Minuman Bersoda atau Minuman Manis Kemasan
Minum Coca-Cola, Fanta, Sprite, teh manis botol, atau minuman bersoda lainnya saat menyantap mie instan adalah kebiasaan yang sangat umum. Sayangnya, ini adalah salah satu kombinasi paling tidak sehat. Mie instan sudah sangat tinggi natrium, sementara minuman manis mengandung gula sederhana dalam jumlah ekstrem.
Ketika keduanya masuk bersamaan, tubuh harus menangani lonjakan gula darah sekaligus kelebihan garam dalam waktu singkat. Akibatnya, risiko diabetes tipe 2, penumpukan lemak visceral (lemak perut), tekanan darah tinggi, dan kerusakan pembuluh darah meningkat signifikan.
6. Sayuran Fermentasi / Acar dalam Jumlah Banyak (Kimchi, Asinan, Pickles)
Kimchi, asinan, atau acar memang sehat jika dikonsumsi sendiri karena mengandung probiotik. Namun, hampir semua jenis sayuran fermentasi mengandung natrium yang sangat tinggi sebagai bahan pengawet alami.
Ketika dimakan bersama mie instan yang juga kaya garam, total asupan natrium bisa menjadi berlebihan dalam satu kali makan. Hal ini berpotensi memicu kenaikan tekanan darah mendadak, kembung berlebihan, refluks asam lambung, serta ketidaknyamanan di perut.
7. Minuman Beralkohol
Meski tidak terlalu umum, ada sebagian orang yang mengonsumsi mie instan sambil minum bir atau minuman beralkohol lainnya. Kombinasi ini sangat tidak dianjurkan. Alkohol bersifat diuretik (meningkatkan produksi urin), sementara mie instan sangat tinggi natrium.
Akibatnya, tubuh menjadi sangat rentan mengalami dehidrasi berat. Selain itu, alkohol dan natrium tinggi secara bersamaan sangat membebani hati dan ginjal, serta meningkatkan risiko gangguan irama jantung dan tekanan darah tinggi.