Nestlé kembali memperluas penarikan susu formula bayi pada pekan ini dengan menambahkan batch baru merek Guigoz dan SMA yang dipasarkan di Prancis dan Inggris. Langkah ini diambil setelah regulator Uni Eropa memperketat batas aman toksin cereulide, zat berbahaya yang dikaitkan dengan muntah dan gangguan pencernaan pada bayi.
Perluasan penarikan dilakukan menyusul konfirmasi otoritas Belgia mengenai kasus kedua bayi yang jatuh sakit setelah mengonsumsi produk yang ditarik, serta penyelidikan yang masih berlangsung di Prancis terkait dua kematian bayi yang diduga berhubungan dengan susu formula tersebut.
Dalam pernyataan pada Rabu, Nestlé menyebut penarikan ini dilakukan secara sukarela setelah Prancis menurunkan ambang batas maksimum cereulide yang diperbolehkan dalam susu formula bayi.
Di Inggris, Food Standards Agency (FSA) juga mengonfirmasi penambahan batch berukuran 800 gram SMA Advanced First Infant Milk yang didistribusikan di Irlandia Utara ke dalam daftar penarikan.
CEO Nestlé, Philipp Navratil, menyebut langkah ini sebagai “penarikan preventif terbesar dalam sejarah Nestlé.” Investigasi internal perusahaan menelusuri sumber kontaminasi ke minyak asam arakidonat (ARA) yang dipasok oleh Cabio Biotech, perusahaan berbasis di Wuhan, Tiongkok.
Minyak ARA merupakan nutrisi penting dalam susu formula bayi, terutama untuk mendukung perkembangan otak pada bayi yang tidak mendapatkan ASI.
Cereulide sendiri merupakan racun tahan panas yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus dan tidak dapat dihancurkan melalui perebusan air maupun proses penyiapan susu formula. Kontaminasi ini berdampak luas, dengan produk terdampak tersebar di lebih dari 60 negara di enam benua, termasuk merek SMA, BEBA, NAN, Guigoz, Alfamino, NIDAL, dan LACTOGEN, tergantung pasar masing-masing.
Di Belgia, Badan Federal Keamanan Rantai Makanan mengonfirmasi seorang bayi kedua di wilayah Flanders jatuh sakit setelah mengonsumsi susu formula yang ditarik dari peredaran pada pertengahan Januari. Hasil tes laboratorium mendeteksi jejak cereulide dalam tinja bayi tersebut, yang sempat mengalami diare selama beberapa hari sebelum akhirnya pulih.
Sementara itu, otoritas Prancis tengah menyelidiki kemungkinan keterkaitan dua kematian bayi dengan produk yang ditarik. Seorang bayi dilaporkan meninggal di Pessac pada 8 Januari setelah mengonsumsi susu bubuk Guigoz, sedangkan bayi perempuan berusia 27 hari meninggal di Angers pada akhir Desember. Nestlé menegaskan bahwa hingga kini belum ada bukti yang secara langsung menghubungkan produknya dengan kedua kematian tersebut.
Pengetatan standar ini berakar dari keputusan European Food Safety Authority (EFSA) pada 1 Februari, yang menetapkan dosis referensi akut cereulide sebesar 0,014 mikrogram per kilogram berat badan bayi. Dengan ketentuan baru ini, konsentrasi cereulide di atas 0,054 mikrogram per liter susu formula dinilai melampaui batas aman dan berpotensi memicu penarikan produk tambahan secara global.
Tak hanya Nestlé, produsen susu formula lain seperti Danone dan Lactalis juga telah menarik produk yang menggunakan pasokan minyak ARA dari sumber yang sama. Dalam pernyataan video sebelumnya, Navratil menyampaikan permintaan maaf kepada para orang tua dan menegaskan komitmen perusahaan terhadap keselamatan konsumen.