JAKARTA – Tanggal 6 Februari menyimpan rentetan peristiwa bersejarah yang mencerminkan tragedi, kehilangan, serta tonggak penting di bidang sastra, politik, dan olahraga. Dari kecelakaan pesawat yang mengguncang dunia sepak bola hingga lahirnya partai politik besar di Indonesia, berikut kilas balik peristiwa penting pada tanggal ini.
Tragedi Munich 1958: Hari Kelam Manchester United
Pada 6 Februari 1958, dunia sepak bola dikejutkan oleh Munich air disaster. Pesawat British European Airways Flight 609 jatuh saat mencoba lepas landas ketiga kalinya dari Bandara Munich-Riem, Jerman Barat, akibat landasan tertutup lumpur dan salju. Di dalamnya terdapat tim Manchester United yang dijuluki “Busby Babes”—generasi muda berbakat di bawah asuhan pelatih Matt Busby—serta pendukung dan wartawan. Dari 44 orang di pesawat, 23 jiwa melayang, termasuk delapan pemain kunci seperti Roger Byrne, Duncan Edwards (meninggal dua minggu kemudian), Tommy Taylor, dan lainnya. Tragedi ini memakan korban delapan pemain, tiga staf klub, serta delapan jurnalis. Meski menghancurkan, insiden ini menjadi titik balik: Manchester United bangkit kembali dan meraih Piala Eropa pada 1968 di bawah Busby yang selamat.
Wafatnya Tokoh Islam dan Negarawan Indonesia Mohammad Natsir.
Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya pada 6 Februari 1993, ketika Mohammad Natsir menghembuskan napas terakhir di Jakarta pada usia 84 tahun. Lahir 17 Juli 1908, Natsir dikenal sebagai ulama, politikus, dan pejuang kemerdekaan.
Ia mendirikan serta memimpin Partai Masyumi, pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia, serta Menteri. Di level global, Natsir menjabat Presiden Liga Muslim Dunia dan Ketua Dewan Masjid Sedunia. Kontribusinya terhadap pemikiran Islam dan politik Indonesia tetap relevan hingga kini.
Kelahiran Pramoedya Ananta Toer, Maestro Sastra Indonesia
Sastrawan legendaris Pramoedya Ananta Toer lahir pada 6 Februari 1925 di Blora, Jawa Tengah. Pram—sapaan akrabnya—diakui sebagai salah satu penulis paling produktif dalam sejarah sastra Tanah Air, dengan lebih dari 50 karya yang diterjemahkan ke lebih dari 42 bahasa asing. Novel-novelnya, seperti Tetralogi Buru, menggambarkan realisme sosial dan perjuangan bangsa, meski sering menghadapi sensor dan penahanan. Ia wafat pada 30 April 2006, meninggalkan warisan sastra yang mendalam bagi generasi penerus.
HUT Partai Gerindra
Tepat pada 6 Februari 2008, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) resmi berdiri. Didirikan atas inisiatif Prabowo Subianto bersama tokoh-tokoh lain, partai berlambang garuda ini awalnya menjadi wadah politik baru pasca-konflik internal di Golkar. Hingga kini, Gerindra tumbuh menjadi kekuatan signifikan: pada Pemilu Legislatif 2019, partai ini meraih posisi kedua terbesar berdasarkan suara nasional dan menempati peringkat ketiga di DPR RI dengan 78 kursi. Pendirian Gerindra menandai babak baru dinamika politik Indonesia menuju kontestasi yang lebih kompetitif.
Peristiwa-peristiwa ini mengingatkan bahwa 6 Februari bukan sekadar tanggal biasa, melainkan momentum untuk merefleksikan perjuangan, kehilangan, dan harapan bagi bangsa serta dunia.
