PAPUA SELATAN – Pesawat milik PT Smart Air Aviation dengan registrasi PK-SNR mengalami insiden penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) saat melayani rute Tanah Merah menuju Danowage/Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 10.38 WIT.
Kedua pilot pesawat tersebut, Capt. Egon E dan Capt. Baskoro, dilaporkan meninggal dunia berdasarkan informasi yang diterima sekitar pukul 13.26 WIT. Sementara itu, kondisi 13 penumpang, termasuk seorang bayi, yang berada di dalam pesawat masih belum diketahui secara pasti.
Pilot sempat mengirimkan pesan darurat sebagai informasi terakhir: “Tidak ada sinyal, tolong dilacak saja. Di Koroway kita ditembaki.”
Data awal menyebutkan pesawat sempat mendarat di lapangan terbang Koroway Batu sebelum insiden terjadi. Pilot dan penumpang kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke area hutan di sekitar lokasi. Dua titik koordinat GPS yang tercatat dalam laporan awal adalah S 5,214472° T 140,016460° dan S 5,214139° T 140,016718°.
Kepala Biro Humas dan Data Kemenko Polhukam, Brigjen TNI Inf Honi Havana, membenarkan telah menerima informasi awal terkait kejadian tersebut.
“Info awal sudah kami terima, kami sedang mendalami,” kata Honi kepada wartawan, Rabu (11/2).
Ia menambahkan, pihak Kemenko Polhukam tengah melakukan pengecekan lebih lanjut sambil menunggu data lengkap dari satuan kewilayahan setempat.
“Kemenko Polhukam sudah menerima info awal. Saat ini dilakukan pengecekan lebih lanjut sambil menunggu informasi lebih detail dari satuan kewilayahan setempat,” lanjutnya.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, juga telah menerima laporan insiden tersebut. Pihaknya tengah menyiapkan pernyataan resmi untuk menjelaskan kronologi dan langkah-langkah yang diambil.
Insiden penembakan terhadap pesawat sipil di wilayah Papua Selatan ini menambah catatan kekhawatiran terhadap keamanan penerbangan di daerah terpencil. Aparat keamanan bersama otoritas penerbangan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif serta identitas pelaku.
Pihak berwenang diimbau segera melakukan evakuasi terhadap korban dan penumpang yang berada di lokasi serta memastikan keselamatan warga sekitar. Perkembangan lebih lanjut akan terus dipantau.