JAKARTA — Banjir sering melanda berbagai wilayah di Indonesia sehingga banyak hal yang harus dilakukan untuk membersihkan rumah setelah banjir. Namun, tahap pasca banjir justru berisiko tinggi jika tidak dilakukan dengan benar.
- 1. Pastikan Kondisi Lingkungan Benar-Benar Aman
- 2. Bersihkan Sisa Air dan Lumpur Sedini Mungkin
- 3. Amankan Barang-Barang Penting
- 4. Periksa Instalasi Listrik dan Gas dengan Teliti
- 5. Lakukan Disinfeksi Menyeluruh
- 6. Cegah Penyakit yang Muncul Pasca Banjir
- 7. Dokumentasikan Segala Kerusakan
- 8. Evaluasi dan Persiapan untuk Masa Depan
Air banjir biasanya membawa lumpur, sampah, bakteri, hingga bahan kimia berbahaya yang dapat memicu penyakit atau kecelakaan. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti langkah-langkah yang tepat saat membersihkan rumah setelah banjir.
Berikut delapan tips praktis untuk dilakukan di rumah setelah banjir yang bisa diterapkan agar proses pembersihan berjalan aman, rumah kembali nyaman, dan kesehatan keluarga terjaga:
1. Pastikan Kondisi Lingkungan Benar-Benar Aman
Jangan tergesa-gesa masuk rumah setelah banjir meski air sudah mulai surut. Tunggu hingga genangan benar-benar hilang dan petugas berwenang menyatakan wilayah aman. Matikan aliran listrik dari MCB utama untuk mencegah korsleting atau sengatan listrik. Periksa juga struktur bangunan, apakah ada retakan pada dinding, lantai ambles, atau atap yang rusak. Jika terlihat kerusakan berat, segera hubungi ahli bangunan sebelum memutuskan masuk.
2. Bersihkan Sisa Air dan Lumpur Sedini Mungkin
Rumah setelah banjir biasanya menyisakan air yang masih menggenang dan harus segera dibuang, baik menggunakan pompa air maupun secara manual. Semakin cepat lumpur dibersihkan, semakin mudah prosesnya karena lumpur yang mengering akan mengeras. Gunakan sekop atau alat lain untuk mengangkat lumpur, lalu buang ke tempat yang telah ditentukan petugas kebersihan. Buka semua pintu dan jendela lebar-lebar agar udara segar masuk dan rumah lebih cepat kering.
3. Amankan Barang-Barang Penting
Pisahkan barang yang masih bisa diselamatkan dengan yang sudah rusak parah. Pakaian, perabot, dan dokumen yang basah sebaiknya segera dicuci atau dikeringkan. Dokumen penting seperti akta tanah, ijazah, atau sertifikat hendaknya dikeringkan perlahan di tempat teduh, hindari sinar matahari langsung agar kertas tidak rapuh. Barang elektronik yang terendam sebaiknya tidak langsung dinyalakan sebelum benar-benar kering dan dicek teknisi.
4. Periksa Instalasi Listrik dan Gas dengan Teliti
Jangan pernah menyalakan listrik atau gas sebelum instalasi dipastikan aman oleh teknisi berwenang. Air banjir dapat merusak kabel dan menyebabkan korsleting. Untuk gas, cek selang dan regulator apakah ada kebocoran. Bau gas yang mencurigakan adalah tanda bahaya yang harus segera ditangani. Keselamatan keluarga jauh lebih penting daripada tergesa-gesa kembali menggunakan peralatan rumah tangga.
5. Lakukan Disinfeksi Menyeluruh
Setelah lumpur bersih, pel lantai, dinding, dan permukaan lain dengan cairan disinfektan seperti karbol atau campuran air dan pemutih (rasio 1:10). Bersihkan juga sumur, toren, atau tempat penampungan air sebelum digunakan kembali. Makanan atau minuman yang terendam banjir wajib dibuang, meskipun terlihat masih baik. Mengonsumsinya berisiko menyebabkan diare, tipes, hingga infeksi serius lainnya.
6. Cegah Penyakit yang Muncul Pasca Banjir
Saat membersihkan rumah setelah banjir, selalu gunakan sarung tangan, sepatu bot, dan masker untuk melindungi kulit dan saluran pernapasan. Setelah selesai, segera mandi dengan air bersih dan ganti pakaian. Waspadai gejala penyakit seperti gatal-gatal kulit, demam, diare, atau leptospirosis yang ditularkan melalui air tercemar urin tikus. Jika muncul keluhan kesehatan, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.
7. Dokumentasikan Segala Kerusakan
Ambil foto atau video kerusakan rumah, perabot, dan barang berharga lainnya dari berbagai sudut. Catat juga daftar barang yang rusak beserta perkiraan nilainya. Dokumentasi ini sangat penting untuk pengajuan klaim asuransi atau permohonan bantuan dari pemerintah, RT/RW, maupun lembaga sosial. Semakin lengkap bukti, semakin besar peluang mendapatkan santunan atau bantuan perbaikan.
8. Evaluasi dan Persiapan untuk Masa Depan
Setelah semua bersih, lakukan evaluasi penyebab banjir. Perbaiki saluran air, got, atau drainase yang tersumbat. Pertimbangkan untuk meninggikan stop kontak, sakelar listrik, dan menyimpan barang berharga di tempat lebih tinggi. Siapkan tas darurat berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, dan kebutuhan dasar lainnya. Memiliki pompa air portabel juga sangat membantu jika banjir terjadi lagi.
