JAKARTA — Melatih anak tidur sendiri merupakan salah satu tantangan besar bagi banyak orang tua. Proses ini tidak hanya membantu membentuk kemandirian anak sejak dini, tetapi juga memberikan waktu istirahat yang lebih baik bagi orang tua. Meski sering disertai tangisan atau rayuan, melatih anak tidur mandiri bisa berhasil jika dilakukan dengan sabar dan konsisten.
Berikut tujuh tips praktis yang bersumber dari artikel kesehatan, seperti Alodokter dan Klikdokter, yang bisa langsung diterapkan oleh orang tua untuk melatih anak tidur sendiri:
1. Pisahkan Tempat Tidur Sejak Usia Dini
Mulailah melatih anak tidur di tempat terpisah saat usianya sudah melewati tiga bulan. Letakkan box bayi atau kasur kecil di samping ranjang orang tua pada awalnya, lalu secara bertahap pindahkan ke kamar sendiri. Kebiasaan ini membuat anak terbiasa dengan ruang pribadinya dan mengurangi ketergantungan tidur bersama orang tua.
2. Biasakan Tidur Siang Sendiri di Kamar
Tidur siang adalah momen tepat untuk melatih anak tidur tanpa ditemani. Ajak anak bermain di kamarnya terlebih dahulu, kemudian biasakan ia beristirahat sendirian. Karena masih terang, anak cenderung tidak terlalu takut dibandingkan malam hari sehingga proses melatih anak tidur jadi lebih mudah.
3. Ciptakan Rutinitas Malam yang Menenangkan
Rutinitas tetap sebelum tidur sangat membantu melatih anak tidur dengan nyaman. Mandi air hangat, ganti piyama, sikat gigi, dan baca dongeng singkat akan memberi sinyal pada anak bahwa waktu istirahat sudah tiba. Ritual ini mengurangi kecemasan dan membuat anak lebih siap tidur sendiri.
4. Jelaskan Manfaat Tidur Sendiri
Saat anak protes, jelaskan dengan bahasa sederhana bahwa tidur di kamar sendiri membuat tubuhnya lebih sehat dan istirahat lebih berkualitas. Orang tua perlu mengatakan bahwa mereka melakukan ini karena sayang dan ingin ia tumbuh kuat. Penjelasan lembut ini membantu anak memahami tujuan dari proses melatih anak tidur mandiri.
5. Kurangi Kehadiran Orang Tua Secara Bertahap
Temani anak sebentar saja di kamarnya, tetapi tinggalkan ruangan sebelum ia benar-benar tertidur. Hindari berbaring di ranjangnya atau terlalu lama mengobrol. Setiap malam, mundur lebih jauh agar anak belajar tenang tanpa kehadiran orang tua. Langkah ini krusial dalam melatih anak tidur tanpa ketergantungan.
6. Buat Suasana Kamar Nyaman dan Aman
Gunakan lampu tidur redup, letakkan boneka kesayangan, atau tambahkan elemen yang membuat anak merasa aman. Kamar yang hangat dan tidak terlalu gelap akan mengurangi rasa takut sehingga anak lebih berani tidur sendirian. Suasana nyaman sangat mendukung keberhasilan melatih anak tidur.
7. Hilangkan Gangguan dan Tetap Konsisten
Singkirkan televisi, gadget, atau mainan elektronik dari kamar tidur karena dapat mengganggu proses tidur. Jika orang tua berjanji kepada anak akan kembali memeriksa, tepati janji tersebut, tetapi dengan jeda waktu yang semakin panjang. Konsistensi adalah kunci utama. Biasanya dalam 2-3 minggu, anak sudah terbiasa jika orang tua tidak menyerah di tengah jalan.
