JAKARTA – Daun bawang—yang juga dikenal sebagai bawang hijau, prei kecil, atau scallions/spring onions—sering dianggap hanya sebagai pelengkap masakan. Padahal, sayuran ini kaya akan nutrisi penting seperti vitamin A, C, dan K, serat, flavonoid (quercetin dan kaempferol), serta berbagai senyawa sulfur dan antioksidan.
Manfaat Daun Bawang bagi Kesehatan:
- Memperkuat sistem kekebalan tubuh
Kandungan vitamin C dan antioksidan, khususnya quercetin, membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas serta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. - Menjaga kesehatan jantung
Kalium, magnesium, dan senyawa allicin dalam daun bawang berperan dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), mengontrol tekanan darah, dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Seratnya juga mendukung kesehatan pembuluh darah. - Melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit
Daun bawang mengandung serat makanan yang membantu melancarkan sistem pencernaan, mencegah sembelit, serta berfungsi sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. - Berpotensi menurunkan risiko kanker
Senyawa sulfur dan flavonoid pada keluarga Allium dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker kolorektal, lambung, dan prostat, berkat kemampuannya melawan peradangan dan kerusakan sel. - Mengurangi peradangan dan mendukung kesehatan tulang
Sifat anti-inflamasi alami membantu mengurangi peradangan kronis, sementara kandungan vitamin K yang tinggi berperan penting dalam menjaga kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis. - Manfaat tambahan lainnya
- Membantu mengontrol kadar gula darah.
- Mendukung kesehatan mata melalui kandungan lutein dan zeaxanthin.
- Mendukung penurunan berat badan karena rendah kalori namun tinggi serat dan nutrisi.
Meskipun memiliki banyak manfaat, daun bawang sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang. Bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.
