JAKARTA – Menteri Luar Negeri Türkiye, Hakan Fidan, menegaskan bahwa serangan udara terhadap Iran tidak akan menyebabkan runtuhnya rezim di negara tersebut. Ia menyebut anggapan perubahan rezim melalui kekuatan militer hanyalah ilusi.
Dalam wawancara dengan CNN Türk pada Senin (9/2/2026) yang dilansir Anadolu, Fidan mengatakan, “Tidak, itu tidak akan runtuh. Saya tidak ingin berspekulasi mengenai skenario tertentu di Iran, tetapi rezim tidak akan berubah melalui serangan udara atau cara lain. Itu hanyalah angan-angan.”
Menurutnya, serangan semacam itu justru berpotensi melemahkan pemerintahan dan sistem negara, sehingga tidak mampu memberikan layanan kepada masyarakat. Dalam kondisi tersebut, rezim bisa mengambil langkah lebih radikal atau mencoba bertransformasi.
Pernyataan ini muncul di tengah persiapan Iran dan Amerika Serikat melanjutkan putaran perundingan di Oman setelah terhenti hampir delapan bulan. Fidan menekankan kawasan tidak mampu menanggung perang baru dan Türkiye berupaya menggunakan seluruh sarana diplomatik untuk mencegah konflik.
Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir dan tidak ada bukti Teheran berniat mengembangkannya. “Iran tidak memiliki bom atom dan tidak ada data bahwa mereka ingin membuatnya,” ujarnya. Fidan menambahkan, pengayaan uranium saja tidak cukup untuk menghasilkan senjata nuklir tanpa pengembangan hulu ledak dan sistem persenjataan.
Türkiye, lanjutnya, tidak menginginkan perubahan drastis dalam keseimbangan kekuatan kawasan karena hal itu dapat memicu perlombaan senjata nuklir dan merusak semangat kerja sama regional.
