JAKARTA – Banyak orang fokus pada jenis makanan yang dikonsumsi, namun sering melupakan faktor waktu makan. Padahal, waktu makan berperan besar dalam menjaga metabolisme, mengatur kadar gula darah, hingga mengontrol berat badan.
Seiring gaya hidup modern yang serba cepat, kebiasaan makan pun bergeser. Ada yang melewatkan sarapan, makan siang terlalu sore, atau makan malam larut sebelum tidur. Pola ini dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, yakni jam biologis yang mengatur proses fisiologis harian.
Penelitian menunjukkan tubuh memiliki “jam tubuh” ideal untuk menerima asupan. Makan di luar waktu tersebut membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras dan berisiko memicu peradangan atau penumpukan lemak.
Waktu Makan Terbaik
- Sarapan: Penelitian Harvard University menemukan, waktu makan yang tidak sesuai ritme tubuh bisa meningkatkan kadar gula darah hingga 18 persen. Sarapan sebaiknya dilakukan pukul 06.00–09.45, atau maksimal satu jam setelah bangun tidur. Menunda hingga lewat pukul 10.00 tidak dianjurkan. Menu berprotein tinggi disarankan untuk menekan rasa lapar sepanjang hari.
- Makan Siang: Waktu ideal adalah sekitar pukul 12.45, atau empat jam setelah sarapan. Jangan menunda lebih dari pukul 16.00 karena bisa menurunkan energi dan konsentrasi. Menu seimbang dengan serat, protein, dan karbohidrat secukupnya dianjurkan, serta hindari makan terlalu kenyang agar tidak mengantuk.
- Makan Malam: Waktu terbaik adalah pukul 18.00–20.00, dengan jeda minimal tiga jam sebelum tidur. Jika makan siang terlambat, makan malam bisa ditunda hingga pukul 21.00. Porsi makan malam sebaiknya lebih ringan dibanding sarapan dan makan siang.
