JAKARTA – Roda ekonomi di wilayah Sumatra mulai kembali berputar setelah guncangan bencana melanda beberapa waktu lalu.
Pemerintah mengonfirmasi bahwa sejumlah pasar rakyat yang sebelumnya lumpuh kini telah aktif kembali dan menjadi penopang utama kebangkitan ekonomi lokal.
Dalam konferensi pers mengenai Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Jakarta, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengumumkan kemajuan signifikan dalam pemulihan sektor perdagangan rakyat.
Berdasarkan laporan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) per 9 Februari, tercatat 465 pasar rakyat di Provinsi Aceh kini berfungsi kembali, mencakup wilayah Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, hingga Pidie Jaya.
Kemajuan serupa juga terlihat di Sumatera Utara yang telah menghidupkan kembali 57 pasar, serta Sumatera Barat dengan 31 pasar yang kembali berdetak ekonomi. Meski begitu, Tito menegaskan bahwa sebagian pasar masih dalam tahap optimalisasi.
“Kemudian, ekonomi pasar, sebagian besar sudah berjalan lancar. Sudah fungsional, ada yang belum maksimal,” kata Tito.
Kementerian Dalam Negeri menyoroti pentingnya infrastruktur sebagai tulang punggung penggerak ekonomi pascabencana.
Perbaikan jalan, jembatan, dan akses transportasi disebut menjadi fokus utama untuk memastikan kegiatan ekonomi masyarakat bisa berlangsung tanpa hambatan.
Menurut data Satgas PRR per 8 Februari 2026, pembangunan jalan nasional dan jembatan nasional di tiga provinsi terdampak telah selesai 100 persen, sementara perbaikan jalan daerah mencapai 91 persen.
Meski masih ada pekerjaan rumah dalam memperbaiki jembatan provinsi dan akses desa, Tito memastikan kerja sama lintas sektor, termasuk dukungan TNI/Polri, terus diperkuat.
Selain sektor pasar, pemerintah juga memacu pemulihan ekonomi kreatif serta pelaku UMKM melalui dorongan program reaktivasi usaha. Langkah ini diyakini dapat menciptakan efek berantai positif bagi lapangan kerja dan peningkatan daya beli masyarakat.
“Ekonomi harus dibangkitkan, mulai pasar, kemudian kafe, warung, UMKM, kedai, kemudian juga hotel, beberapa tempat. Kemudian akses, sangat penting sekali. Akses terutama jalan darat,” ujar Tito.
Kebangkitan pasar rakyat di Sumatra kini menjadi simbol kecerdasan sosial-ekonomi masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap sektor bisa pulih menyeluruh agar roda ekonomi benar-benar kembali berputar normal.***
