JAKARTA — Masjid Nusantara secara resmi meluncurkan Program Jelajah Masjid Nusantara (JMN) Season 7 dalam sebuah acara yang digelar di PIC Creative Space, Gedung Wisma Staco, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Peluncuran ini menandai dimulainya musim terbaru program yang berfokus pada percepatan pembangunan dan penguatan fungsi masjid di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), sekaligus menyambut penayangan spesial Ramadan 2026.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, CEO Masjid Nusantara Pras Purworo, Emar Amangku Pasha sebagai media partner JMN 7, serta para mitra dan lembaga filantropi yang terlibat dalam program sosial keumatan itu.
Dalam sambutannya, CEO Masjid Nusantara Pras Purworo memaparkan capaian organisasi dalam mendukung pembangunan masjid di daerah 3T.
“Masjid Nusantara telah berkontribusi pada 23% membangun masjid di 63 kabupaten kategori 3T. Ke depan kami ingin bisa membantu pembangunan di seluruh kabupaten 3T. Bangun masjidnya, bangun jiwanya, bangun semangatnya,” ujar Pras Purworo kepada wartawan.
Komitmen kolaborasi juga ditegaskan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto. Ia menilai peran masjid strategis dalam membangkitkan kehidupan sosial dan spiritual masyarakat desa.
“Kolaborasi Mendes dan Masjid Nusantara all in. Bukan saja membangun, tetapi bagaimana fungsi masjid itu. Kita kembalikan lagi seperti zaman Rasulullah, dari masjid, oleh masjid, untuk masjid, agar desa kembali bangkit,” ucap Yandri Susanto.
Pada sesi talkshow, BSI Maslahat yang menjadi salah satu donatur JMN Season 7 menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama yang telah terjalin. Dukungan untuk proyek pembangunan masjid pada tahun ini pun kembali disiapkan.
“Alhamdulillah, BSI Maslahat sangat puas, donatur juga sangat puas. Mohon doa, untuk tahun 2026 ini masih diproses, bersama Masjid Nusantara minimal bisa membangun tiga masjid,” ungkap perwakilan BSI Maslahat.
Host program JMN, Adhin Abdul Hakim, menyoroti kompleksitas tantangan pembangunan desa, khususnya di wilayah 3T. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program pemberdayaan berbasis masjid.
“Desa banyak, problematika desa di daerah 3T sangat beragam, sehingga membutuhkan kolaborasi. Demi terwujudnya Pancasila sila ke-5, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Refleksi penutup disampaikan Ustadz Kusnadi Ikhwani dari Masjid Al Falah Sragen. Ia menekankan pentingnya masjid sebagai pusat solusi bagi masyarakat.
“Masjid adalah tempat yang dicintai Allah, dan rekan-rekan semua di sini sedang menciptakan tempat yang dicintai Allah. Kita harapkan masjid-masjid ini menjadi solusi atas berbagai permasalahan,” tuturnya.
Prosesi peluncuran JMN Season 7 ditandai dengan pemukulan batu secara simbolis oleh Pras Purworo, Adhin Abdul Hakim, dan Ustadz Kusnadi Ikhwani. Momen tersebut merepresentasikan dimulainya kembali gerakan pembangunan dan penguatan peran masjid di berbagai daerah.
Program Jelajah Masjid Nusantara Season 7 turut mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, di antaranya Kahf, Torch, Attin Hijab, Ciomy, Dea Bakery, serta Sambal Bakar Berkah. Kehadiran para sponsor diharapkan memperkuat keberlanjutan program sosial dan dakwah yang akan hadir sepanjang Ramadan 2026.