JAKARTA – Kebiasaan ngopi di kedai kekinian memang menjadi gaya hidup banyak anak muda, terutama Gen Z. Namun, tanpa perencanaan yang baik, pengeluaran untuk secangkir kopi setiap hari bisa menggerus anggaran bulanan secara signifikan.
Padahal, rata-rata pengeluaran untuk ngopi di luar rumah bisa mencapai ratusan ribu rupiah per bulan. Namun, jangan khawatir. Ada beberapa solusi yang dapat diterapkan Gen Z agar bisa tetap menikmati kopi berkualitas tanpa harus merogoh kocek dompet terlalu dalam.
Berikut lima solusi ngopi murah yang mudah diterapkan, bersumber dari artikel Ottencofee, Momsmoney.id, dan sumber lainnya:
1. Investasi Peralatan Seduh di Rumah
Membeli di kedai setiap hari memang praktis, tetapi biayanya cepat menumpuk. Solusi paling efektif untuk ngopi murah adalah berinvestasi pada peralatan seduh sederhana seperti V60, Aeropress, atau French Press. Harga alat-alat ini berkisar antara Rp150.000 hingga Rp500.000 dan bisa digunakan bertahun-tahun.
Dengan menyeduh sendiri, biaya per cangkir bisa turun drastis menjadi kurang dari Rp5.000, tergantung biji kopi yang dipilih. Bandingkan dengan harga kopi di kedai yang rata-rata Rp25.000-Rp45.000 per gelas. Dalam jangka panjang, investasi ini jauh lebih hemat dan memberikan kebebasan untuk bereksperimen dengan rasio serta teknik seduh sesuai selera.
2. Pilih Biji Kopi Lokal Berkualitas
Biji kopi impor sering kali dibanderol mahal karena biaya distribusi dan branding. Sebaliknya, biji kopi lokal seperti Aceh Gayo, Toraja, Kintamani Bali, atau Flores Bajawa menawarkan cita rasa premium dengan harga lebih terjangkau. Banyak roaster lokal menjual biji kopi dalam kemasan 250 gram hingga 1 kilogram dengan harga mulai Rp80.000-Rp150.000 per kilogram.
Membeli langsung dari roaster atau petani melalui marketplace juga sering memberikan potongan harga untuk pembelian dalam jumlah besar. Selain membantu Gen Z ngopi murah, pilihan ini turut mendukung petani Indonesia dan menjaga kesegaran karena rantai pasok lebih pendek.
3. Manfaatkan Program Loyalitas dan Langganan
Baik kedai kopi besar maupun kedai independen, kini banyak yang memiliki program loyalitas. Beberapa kedai memberikan stempel digital melalui aplikasi, di mana setelah membeli 8-10 gelas, kamu mendapat satu gelas gratis. Ada juga merek biji kopi yang menawarkan sistem langganan bulanan dengan diskon 10-20 persen plus gratis ongkir.
Jika kamu rutin membeli biji kopi dalam jumlah tertentu, langganan ini bisa memangkas pengeluaran secara signifikan. Pastikan memilih program yang sesuai dengan kebiasaan konsumsi agar manfaatnya benar-benar terasa.
4. Bawa Tumbler Sendiri ke Kantor atau Saat Bepergian
Membeli kopi take-away setiap pagi sebelum ke kantor sering menjadi kebiasaan yang tidak disadari mahalnya. Dengan menyeduh kopi di rumah dan membawanya dalam tumbler, kamu bisa menghemat Rp20.000-Rp40.000 setiap hari. Banyak kedai juga memberikan diskon Rp3.000-Rp10.000 bagi pelanggan yang membawa wadah sendiri.
Selain hemat, kebiasaan ini mengurangi penggunaan gelas plastik sekali pakai sehingga lebih ramah lingkungan. Pilih tumbler berkualitas dengan penahan panas yang baik agar kopi tetap nikmat sampai beberapa jam.
5. Rajin Cek Promo dan Diskon di Aplikasi
Beberapa toko kopi memiliki aplikasi sendiri yang memberikan diskon besar apabila membeli lewat aplikasi tersebut. Diskon bisa mencapai 50 persen atau buy 1 get 1 pada hari-hari tertentu. Selain itu, beberapa toko kopi juga mengumumkan flash sale melalui media sosial mereka.
Sebelum memasuki suatu toko kopi, lebih cek terlebih dahulu apakah toko kopi tersebut memiliki aplikasi yang memberikan harga diskon. Ini dapat membantu pengeluaran menjadi lebih hemat.
