JAKARTA — Lalu lintas di Indonesia, terutama di kota-kota besar, sering kali membuat frustrasi karena kelakuan pengendara motor atau mobil yang mengesalkan. Beberapa kebiasaan buruk di jalan raya tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan dan bisa memakan korban nyawa.
- 1. Manuver Sembarangan Tanpa Sein
- 2. Melawan Arah demi Cepat Sampai
- 3. Lampu Sein Salah Arah atau Tidak Dipakai Sama Sekali
- 4. Mengemudi Sambil Main Ponsel
- 5. Lampu Rem Mati atau Tidak Berfungsi
- 6. Membunyikan Klakson Berlebihan
- 7. Knalpot Brong yang Berisik Sekali
- 8. Menggunakan Lampu Jauh di Tempat yang Salah
- 9. Melanggar Lampu Merah dan Aturan Lalu Lintas Lain
Berikut ini sembilan perilaku pengendara yang paling sering dikeluhkan dan kerap memicu kekesalan di jalan raya Indonesia yang bersumber dari IDN Times dan Detikcom:
1. Manuver Sembarangan Tanpa Sein
Banyak pengendara, baik motor maupun mobil, tiba-tiba pindah lajur atau belok tanpa memberi isyarat lampu sein. Akibatnya, pengendara lain harus mengerem mendadak untuk menghindari tabrakan. Perilaku ini sangat berbahaya di jalan tol atau persimpangan ramai.
2. Melawan Arah demi Cepat Sampai
Tidak jarang pengendara motor maupun mobil nekat melawan arus lalu lintas hanya untuk menghemat waktu beberapa menit. Tindakan ini jelas melanggar aturan dan rawan menyebabkan kecelakaan frontal.
3. Lampu Sein Salah Arah atau Tidak Dipakai Sama Sekali
Ada lelucon klasik di Indonesia mengenai ibu-ibu yang suka menyalakan sein kiri, tetapi malah belok kanan, atau sebaliknya. Yang lebih parah, banyak yang sama sekali tidak menyalakan sein saat berbelok atau pindah lajur. Pengendara di belakang jadi bingung dan terpaksa menebak-nebak.
4. Mengemudi Sambil Main Ponsel
Meski sudah sering dikampanyekan, masih banyak pengendara yang asyik scrolling media sosial atau mengetik pesan saat mengemudi. Konsentrasi terpecah, reaksi jadi lambat, dan risiko tabrakan meningkat drastis.
5. Lampu Rem Mati atau Tidak Berfungsi
Pengendara yang tidak memeriksa kondisi lampu rem membuat orang di belakang sulit mendeteksi kapan kendaraan depan melambat atau berhenti. Situasi ini sangat berbahaya saat malam hari atau di kemacetan.
6. Membunyikan Klakson Berlebihan
Klakson seharusnya digunakan hanya untuk peringatan bahaya. Namun, banyak pengendara yang menggunakannya seenaknya, bahkan saat lampu merah belum hijau atau hanya karena ingin cepat jalan. Suara bising ini menambah stres di jalan dan bikin suasana hati menjadi buruk.
7. Knalpot Brong yang Berisik Sekali
Modifikasi knalpot racing memang membuat suara kendaraan lebih keras dan keren. Namun, tidak bisa dipungkiri banyak warga yang merasa terganggu ketika mendengarnya. Suara bising ini terdengar sampai ratusan meter hingga menjadi polusi suara.
8. Menggunakan Lampu Jauh di Tempat yang Salah
Lampu jauh memang berguna di jalan gelap, tapi banyak pengendara yang lupa mematikannya saat berpapasan atau mengikuti kendaraan lain. Cahaya silau ini bisa membutakan pengendara di depan sementara waktu.
9. Melanggar Lampu Merah dan Aturan Lalu Lintas Lain
Masih sering terlihat pengendara yang menerobos lampu merah atau tidak menghormati rambu-rambu hanya karena terburu-buru. Perilaku ini menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di persimpangan.
Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Daripada ikut emosi atau membalas perilaku buruk pengendara lain, lebih baik fokus menerapkan defensive driving. Selalu pakai sabuk keselamatan, helm standar, jaga jarak aman, dan patuhi rambu lalu lintas. Dengan sikap sabar dan waspada, perjalanan akan lebih nyaman dan aman.
