BELITUNG – TNI Angkatan Laut (TNI AL) berhasil menggagalkan rencana pengiriman bijih timah dan mineral pendukung yang diduga berasal dari tambang ilegal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Langkah ini memperkuat upaya perlindungan sumber daya alam nasional dari aktivitas tidak sah.
Penindakan dilakukan pada Kamis malam (12/2) di sebuah fasilitas penyimpanan di kawasan Pangkal Balam, Kota Pangkal Pinang. Operasi melibatkan tim gabungan dari Satgassus Timah Pusintelal, Satlap Tri Cakti, dan Pangkalan TNI AL Bangka Belitung, yang bergerak berdasarkan pengembangan data intelijen.
Informasi awal mengungkap adanya persiapan pengiriman pasir timah beserta mineral ikutan ke Pulau Jawa menggunakan dua truk. Muatan tersebut direncanakan dikirim melalui jalur maritim, memanfaatkan fasilitas Pelabuhan Pangkal Balam atau Pelabuhan Muntok.
Saat verifikasi lapangan, petugas mendapati aktivitas pengisian karung berisi mineral ke dalam truk di gudang. Tim kemudian mengamankan lokasi, mengisolasi area, serta memeriksa barang dan pekerja yang berada di tempat kejadian.
Hasil pemeriksaan awal menemukan satu truk bermuatan monasit dan zirkon dengan bobot sekitar 15 ton, sementara truk kedua belum terisi. Di dalam gudang, petugas juga mengamankan timah kering sekitar lima ton, serta stok mineral lain yang diperkirakan mendekati 200 ton dan masih dalam proses inventarisasi.
Pemeriksaan dokumen tidak menemukan bukti legalitas, seperti izin usaha pertambangan, dokumen angkut, maupun persetujuan penyimpanan. Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa material berasal dari aktivitas penambangan ilegal, dengan gudang diduga menjadi bagian dari rantai distribusi luar pulau.
TNI AL menghentikan seluruh proses pengiriman dan menyita barang bukti ke Markas Denpom Lanal Bangka Belitung untuk keperluan penyelidikan lanjutan. Identitas pihak-pihak terkait telah didata guna mendukung proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Operasi ini merupakan kelanjutan dari penindakan sebelumnya terhadap dugaan pengiriman bijih timah ilegal di Pelabuhan Muntok. TNI AL menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan laut, menegakkan hukum di wilayah pesisir, serta melindungi kekayaan alam Indonesia.
Ke depan, TNI AL akan meningkatkan patroli dan memperkuat sinergi antarlembaga untuk memastikan tata kelola pertambangan dan distribusi mineral berjalan sesuai aturan, transparan, dan akuntabel. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali.
