ATHENA, YUNANI – Seorang perwira tinggi Angkatan Udara Yunani, Kolonel Christos Flessas, 54 tahun, kini ditahan setelah dituduh membocorkan informasi militer rahasia NATO ke pihak China sebagai imbalan finansial. Kasus ini menyoroti ancaman spionase asing yang semakin marak di Eropa, dengan Flessas menghadapi ancaman hukuman seumur hidup jika terbukti bersalah.
Penangkapan Flessas terjadi pada 5 Februari di pangkalan militer Kavouri, Patras, wilayah barat Yunani, saat ia memimpin skuadron pelatihan. Ia telah tampil di pengadilan pada Selasa pekan lalu, di mana ia menyatakan dirinya sebagai korban jebakan. Angkatan Bersenjata Yunani langsung menskorsnya selama 18 bulan menunggu sidang, menyatakan adanya bukti kuat atas pelanggaran tersebut.
Investigasi oleh Dinas Intelijen Nasional Yunani berlangsung selama empat bulan, dipicu oleh tip dari Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat. Sebagai komandan Skuadron Pelatihan Telekomunikasi dan Elektronik ke-128, Flessas memiliki akses istimewa ke data sensitif, termasuk pergerakan pesawat Yunani, AS, dan NATO. Pangkalan udara Larissa di timur Yunani, misalnya, menjadi basis operasi drone MQ-9 Reaper milik AS.
Laporan media Yunani seperti Realnews mengungkap bahwa perekrutan Flessas dimulai melalui profil LinkedIn-nya. Kontak awal berlanjut ke pertemuan di konferensi NATO di Eropa, di mana ia menerima perangkat khusus untuk memotret, mengenkripsi, dan mengirim data rahasia ke Beijing. Imbalannya termasuk pembayaran tunai dalam mata uang asing, dengan transfer digital hingga USD 17.500 per pesan.
Di pengadilan, Flessas mengaku terlibat namun mengklaim dipaksa selama kunjungan pribadi ke China pada 2024. “Tanpa disadari dan tanpa niat, saya terlibat dalam sesuatu yang berkembang sedemikian rupa sehingga menjadi mimpi buruk, berbahaya, dan ilegal,” ujarnya melalui pengacaranya, seperti dilansir Newsweek pada Jumat (13/2/2026).
Dengan pengalaman tiga dekade di Angkatan Udara Yunani, Flessas sering menonjolkan keahliannya di bidang telekomunikasi dengan akreditasi NATO, serta minatnya pada dampak keamanan siber terhadap industri, infrastruktur vital, keuangan, penerbangan, dan maritim. Penangkapannya mencegah pengiriman paket data besar NATO, sementara intelijen Yunani kini memburu seorang wanita sipil yang diduga sebagai koordinator senior jaringan tersebut, menurut laporan ERT.
Kasus ini menjadi bagian dari gelombang pengungkapan spionase China di Eropa. Badan intelijen Norwegia pada 2024 memperingatkan operasi jaringan mata-mata Beijing yang melibatkan diplomat, delegasi bisnis, dan aktor swasta. Laura Harth, direktur China in the World di Safeguard Defenders, menekankan: “Baik dari perspektif hukum maupun praktis, upaya Partai Komunis China untuk mengumpulkan intelijen, memengaruhi, atau mengganggu negara berdaulat lainnya pada dasarnya terjalin dalam setiap interaksi di bidang politik, ekonomi, akademis, budaya, dan bahkan (pseudo-)agama.”
Nicholas Eftimiades, pensiunan perwira intelijen AS dan pengajar di Penn State Harrisburg, menyebut kasus ini signifikan: “[Ini] penting karena menunjukkan keinginan dan kemampuan China untuk menembus infrastruktur komunikasi militer Yunani dan anggota NATO lainnya. Negara-negara memata-matai militer negara lain untuk memberi mereka keuntungan dalam perang. Terlepas dari semua pernyataan persahabatan dan keterlibatan ekonomi, China terus berkembang sebagai ancaman bagi demokrasi di seluruh dunia.”
Meski hubungan Yunani-China dinilai positif berdasarkan survei Pew Research, dengan opini publik Yunani sering lebih menyukai Beijing daripada Washington, tren spionase ini menimbulkan kekhawatiran. Di Jerman, seorang warga AS baru saja divonis dua tahun delapan bulan penjara karena menawarkan rahasia militer ke China. Pekan lalu, Prancis menangkap dua tersangka mata-mata China yang menyadap dari rumah sewa Airbnb. Di Australia, dua warga China didakwa atas campur tangan asing, menambah total lima terdakwa sejak undang-undang 2018. Sementara itu, AS menjatuhkan hukuman 200 bulan kepada mantan pelaut Jinchao Wei atas spionase untuk China, dua tahun pasca-penangkapannya.
