JAKARTA – Dewan direksi Warner Bros. Discovery (WBD) dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk kembali bernegosiasi dengan Paramount Skydance terkait penawaran akuisisi terbaru. Paramount sebelumnya merilis proposal revisi pada 10 Februari, yang menjadi tawaran kesembilan sejak tahun lalu.
Dalam proposal tersebut, Paramount Skydance menyertakan biaya tambahan sekitar 650 juta dolar AS per kuartal jika penggabungan dengan WBD tidak rampung hingga 31 Desember 2026. Meski demikian, dewan WBD langsung menolak tawaran itu, menyebutnya tidak cukup untuk menggagalkan kesepakatan senilai 83 miliar dolar AS yang telah ditandatangani dengan Netflix pada Desember lalu.
Penjualan WBD, yang mencakup studio Warner Bros. dan HBO, menarik perhatian besar dari investor dan pengawas tata kelola. Langkah dewan untuk meninjau tawaran Paramount dinilai sebagai bagian dari kewajiban fidusia mereka untuk mengevaluasi semua opsi yang sah.
WBD dijadwalkan merespons tawaran Paramount Skydance sekaligus menetapkan tanggal laporan pendapatan kuartal IV 2025 pada pekan ini, setelah libur Hari Presiden. Investor juga menunggu kepastian jadwal pemungutan suara pemegang saham terkait kesepakatan dengan Netflix. Sesuai perjanjian, Netflix berhak menyamai tawaran yang lebih tinggi sebelum akuisisi resmi diselesaikan.
Dilansir dari Variety, Senin (16/2/2026), dewan WBD kemungkinan akan mendorong Paramount Skydance untuk menyatakan bahwa tawaran terbaru adalah final. Hal ini akan memberi kejelasan bagi pemegang saham dan membuka peluang bagi Netflix untuk menyesuaikan persyaratan jika dianggap lebih menguntungkan.
Situasi semakin kompleks karena tawaran Netflix hanya mencakup Warner Bros. dan HBO Max, sementara Paramount Skydance berambisi membeli seluruh WBD, termasuk jaringan kabel seperti CNN, TNT, Discovery, HGTV, dan Food Network.
Kesepakatan WBD–Netflix diperkirakan akan menghadapi tinjauan regulasi ketat di Washington, mengingat dominasi Netflix di pasar streaming dan dinamika politik di era Trump. Investor kecil yang vokal juga menyoroti kesepakatan tersebut, seperti yang dilakukan Ancora Capital pekan lalu.