Platform X (sebelumnya Twitter) milik Elon Musk kembali mengalami gangguan layanan besar-besaran, membuat ribuan pengguna di berbagai belahan dunia “terasing” dari linimasa mereka. Dari Amerika Serikat, Inggris, hingga India, layar kosong dan kegagalan muat konten menjadi pemandangan utama sejak pukul 08.02 pagi ET (13.02 GMT).
Lumpuh Total di Tiga Benua
Berdasarkan data dari situs pemantau gangguan, Downdetector, lonjakan laporan terjadi begitu cepat:
-
Amerika Serikat: Lebih dari 23.210 pengguna melaporkan kegagalan sistem hanya dalam hitungan menit.
-
Inggris: Laporan menembus angka 3.300 di periode yang sama.
-
India: Keluhan mulai membanjir sekitar pukul 19.00 waktu setempat (IST).
Pengguna yang mencoba mengakses X—baik melalui aplikasi seluler maupun versi desktop—hanya mendapati logo “X” yang membeku tanpa konten di bawahnya. Notifikasi rusak, fitur kirim postingan mati total, hingga kesulitan login membuat jutaan netizen beralih ke platform kompetitor untuk mencari informasi.
Misteri Tanpa Penjelasan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pihak X belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab kekacauan teknis ini. Ironisnya, X tidak mengoperasikan halaman status publik yang bisa diakses pengguna reguler untuk memantau pemulihan sistem. Hal ini memaksa para pengguna hanya bisa menebak-nebak dan bergantung pada pelacak pihak ketiga seperti Downdetector.
Pola Gangguan: Apakah Infrastruktur X Mulai Rapuh?
Gangguan pada Senin (16/2/2026) ini bukan sekadar insiden tunggal, melainkan kelanjutan dari rentetan masalah teknis yang kian sering terjadi:
-
16 Januari: Gangguan besar berdampak pada 62.000 pengguna di AS.
-
22 Januari: Ribuan pengguna global terdampak selama beberapa menit.
-
1 Februari: Sekitar 19.000 pengguna AS mengalami kebuntuan akses selama 45 menit.
Frekuensi gangguan yang meningkat ini kembali memicu kritik tajam terhadap kebijakan pemangkasan tenaga kerja besar-besaran yang dilakukan Elon Musk setelah akuisisi. Para pakar infrastruktur digital mulai mempertanyakan apakah tim teknis yang tersisa mampu menopang beban trafik global X di tengah berbagai kontroversi kebijakan moderasi konten yang terus bergulir.