BANDUNG – Sejak resmi berseragam Persib, Layvin Kurzawa tak butuh waktu lama untuk mencuri perhatian Bobotoh. Baru sekitar tiga pekan di Bandung, bek kiri asal Prancis itu sudah menunjukkan proses adaptasi yang impresif—bukan hanya lewat performa di lapangan, tetapi juga melalui kedekatannya dengan atmosfer dan budaya Kota Kembang.
Yang paling viral belakangan, Kurzawa menyempatkan diri mengunjungi Masjid Raya Al Jabbar, salah satu masjid termegah dan paling ikonik di Jawa Barat. Di depan arsitektur megah tersebut, ia berpose santai bersama rekan setim, lalu mengabadikannya di Instagram dengan caption penuh kekaguman: “Masjid Raya Al Jabbar. Terima kasih telah menunjukkan kami salah satu masjid terindah di dunia.”
Unggahan itu langsung memicu banjir komentar dari suporter Persib. Ada yang bercanda, “Dari cari takjil sampai jadi imam tarawih nih kayaknya,” mengingat momen Ramadan yang disambut antusias oleh Kurzawa. Ia bahkan sempat ikut berteriak “sahur” bersama rekan satu tim. Gestur sederhana ini memperlihatkan betapa cepat pemain 33 tahun tersebut menyatu dengan lingkungan barunya, terlebih di tengah suasana bulan suci yang kental di Bandung.
Kedatangan Kurzawa ke Maung Bandung memang dirancang strategis. Direkrut untuk mempertebal opsi di posisi bek kiri dan sayap kiri, pengalamannya di level tertinggi Eropa serta Timnas Prancis diharapkan mampu membawa mentalitas juara dan kualitas teknis yang dibutuhkan Persib dalam menghadapi jadwal padat: Liga 1, kompetisi domestik, serta perjuangan di kancah Asia musim 2025/2026.
Debut resminya pun telah terjadi, meski berakhir kurang memuaskan. Pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two melawan Ratchaburi FC di Thailand (11 Februari 2026), Kurzawa masuk sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir. Namun, Persib harus mengakui keunggulan tuan rumah setelah kalah 0-3. Bersama Sergio Castel yang juga menjalani debut, laga tersebut menjadi pembuka yang pahit, tetapi sekaligus pelajaran berharga.
Kini, perhatian tertuju ke leg kedua yang digelar malam ini, 18 Februari 2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Dengan dukungan penuh Bobotoh, Kurzawa berpeluang menebus hasil sebelumnya. Pengalamannya di panggung besar Eropa diharapkan menjadi faktor penting dalam upaya Persib membalikkan keadaan dan melangkah lebih jauh di kompetisi Asia.
Dari Paris ke Paris van Java, perjalanan Layvin Kurzawa baru memasuki babak yang menarik. Adaptasi budaya yang mulus, kekaguman terhadap keindahan lokal, serta ambisi di atas lapangan menjadikannya bukan sekadar pemain anyar, melainkan sosok yang berpotensi menorehkan cerita baru bersama Maung Bandung. Bobotoh pun menantikan aksi selanjutnya dari bek asal Prancis tersebut.