JAKARTA – Marc Marquez (Ducati Lenovo) menutup musim MotoGP 2025 dengan dominasi mutlak, meraih gelar juara dunia kesembilannya. Meski sempat absen di empat seri terakhir akibat cedera bahu kanan saat Grand Prix Indonesia, pembalap Spanyol itu kembali menunjukkan kecepatan impresif pada tes Sepang Februari lalu. MM93 pun digadang-gadang menjadi favorit kuat untuk merebut gelar lagi pada musim 2026.
Legenda MotoGP, Casey Stoner, menilai Marquez memiliki keunggulan yang membedakannya dari para rival. “Bakat dan kecepatannya tak terbantahkan, tetapi yang membedakannya adalah kemampuannya untuk mengelola balapan,” ujar Stoner kepada Crash.net. Ia menambahkan, “Dalam beberapa tahun terakhir, dia telah memperoleh kekuatan, kecerdasan, dan kesabaran. Ini semua adalah aspek yang tampaknya kurang dimiliki orang lain. Secara khusus, dia tahu cara menggunakan bannya dengan baik – sedikit seperti Max Verstappen di Formula 1.”
Stoner juga menyoroti kemampuan Marquez dalam menghadapi teknologi modern MotoGP. “Dia juga mengerti bagaimana berkendara tanpa terlalu dipengaruhi oleh elektronik. Dan ketika elektronik ikut campur, berkat manajemen ban yang cerdas, dia tidak perlu menghadapi selip cepat, tetapi hanya selip yang lebih lambat dan lebih mudah diprediksi,” jelas juara dunia dua kali itu. Menurutnya, strategi tersebut membuat Marquez sangat kompetitif di paruh kedua balapan.
Meski mengakui sederet keunggulan Marquez, Stoner menyebut ada satu kelemahan yang belum pernah dimanfaatkan lawan. “Di masa lalu, Marc memiliki kelemahan yang menurut saya tidak ada yang menyadarinya, tetapi saya tidak akan mengungkapkannya,” katanya sambil tersenyum. “Namun, saya terkejut bahwa tidak ada yang mampu memanfaatkannya.”
Sayangnya, duel antara Stoner dan Marquez di lintasan MotoGP tak pernah terjadi. Sebuah pertemuan yang diyakini akan menjadi tontonan spektakuler bagi para penggemar.