Kisah bayi monyet Punch di kebun binatang Ichikawa yang diabaikan ibunya dan berteman dengan boneka viral ke seluruh dunia. Ternyata peristiwa ini bukan kali pertama terjadi di kebun binatang yang berlokasi di Ichikawa prefektur Chiba Jepang tersebut.
Pada tahun 2009, seekor bayi kera Jepang (Japanese Macaque) bernama Otome juga mengalami peristiwa yang menyayat hati sama seperti Punch.
Dibuang dan Sendirian
Otome lahir di Kebun Binatang Ichikawa, Prefektur Chiba, Jepang pada tahun 2008. Sayangnya, sebuah tragedi alami terjadi: Otome ditolak dan diabaikan oleh ibu kandungnya—fenomena yang terkadang terjadi pada kera Jepang (Japanese macaque) di penangkaran.
Khawatir akan kondisi psikologis Otome yang tumbuh tanpa kasih sayang, staf kebun binatang mencoba mengasuhnya secara manual. Namun, mereka tahu manusia tidak bisa menggantikan peran pelukan seorang ibu. Sebagai solusi, mereka memberikan handuk dan boneka untuk dipeluk. Dari sekian banyak benda, Otome memilih Rilakkuma.
Ibu Pengganti yang Tak Terpisahkan
Ikatan yang terbentuk luar biasa kuat. Otome memperlakukan boneka Rilakkuma itu sebagai ibu kandungnya. Ia membawanya ke mana pun ia pergi, memeluknya saat tidur, bahkan memposisikan boneka itu di atas tubuhnya agar ia bisa merasakan sensasi “dekapan” seorang ibu.
Rilakkuma yang ceria menjadi satu-satunya tempat Otome bersandar di masa-masa paling kesepian dalam hidupnya.
Para staf tahu bahwa Otome tidak bisa selamanya bergantung pada manusia atau boneka jika ingin bertahan hidup. Saat tiba waktunya untuk kembali ke kawanannya, Otome diizinkan membawa “Ibu Rilakkuma”-nya.
Kehadiran boneka itu memberinya keberanian dan rasa aman saat ia mencoba beradaptasi kembali dengan monyet-monyet lainnya.
Waktu pun berlalu. Perlahan tapi pasti, Otome tumbuh menjadi monyet yang mandiri dan kuat. Kehangatan boneka Rilakkuma telah berhasil membentuk karakternya, hingga akhirnya ia tidak lagi membutuhkannya.
Otome akhirnya hidup mandiri dan bahkan melahirkan bayi-bayi monyet lainnya di kebun binatang Ichikawa. Sementara itu, boneka Rilakkuma yang sudah lusuh, kotor, dan penuh bekas cakaran itu kini disimpan dalam sebuah kotak kaca di kebun binatang sebagai monumen cinta. Di sampingnya terdapat papan keterangan yang sangat menyentuh: “Tugas mengasuhku sudah selesai.”