JAKARTA — Journaling semakin dikenal sebagai cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental. Dilansir dari Ruangguru, journaling merupakan aktivitas menuangkan seluruh pikiran dan perasaan ke dalam bentuk tulisan agar dapat memahami perasaan tersebut dengan baik. Aktivitas ini tidak hanya menjadi media mencatat peristiwa harian, tetapi juga berfungsi sebagai sarana refleksi diri dan pengelolaan emosi.
Berikut sejumlah manfaat journaling yang dinilai berdampak positif bagi kesehatan mental, dirangkum dari artikel Klikdokter dan Alodokter:
1. Sarana Mengekspresikan Perasaan
Journaling membantu seseorang menuangkan perasaan yang sulit diungkapkan secara lisan. Melalui tulisan, gambar, atau simbol visual, emosi yang terpendam dapat disalurkan dengan aman tanpa rasa takut dihakimi. Proses ini melatih individu untuk lebih jujur terhadap apa yang sedang dirasakan.
2. Membantu Mengendalikan Emosi
Kebiasaan menuliskan emosi membuat seseorang lebih sadar akan perubahan suasana hati yang dialami. Dari catatan tersebut, individu dapat mengenali situasi atau kondisi tertentu yang memicu emosi negatif, sehingga lebih mudah mencari cara untuk mengelola dan merespons emosi secara bijak.
3. Meningkatkan Pemahaman terhadap Diri Sendiri
Journaling berperan sebagai media refleksi yang membantu seseorang mengenali minat, tujuan hidup, hingga hal-hal yang tidak disukai. Ketika rasa jenuh atau kebingungan muncul, catatan harian dapat menjadi alat untuk menelusuri kembali kebutuhan dan keinginan diri secara lebih mendalam.
4. Meredakan Stres dan Kecemasan
Menuangkan pikiran ke dalam tulisan dipercaya mampu mengurangi beban mental. Dengan mengekspresikan tekanan dan kekhawatiran secara kreatif, pikiran menjadi lebih rileks dan perasaan cemas dapat berkurang. Bagi sebagian orang, journaling menjadi bentuk pelepasan emosi yang menenangkan.
5. Mendukung Proses Pemulihan Trauma
Dalam kondisi tertentu, journaling dapat membantu mengurangi gejala gangguan stres pascatrauma. Namun, praktik ini perlu dilakukan secara hati-hati dan idealnya dengan pendampingan tenaga profesional, karena penulisan pengalaman traumatis berisiko memunculkan kembali ingatan yang mengganggu kondisi psikologis.
6. Memperkuat Daya Ingat dan Fungsi Kognitif
Kebiasaan menulis membantu otak menyimpan dan mengolah informasi dengan lebih baik. Journaling dapat meningkatkan kemampuan mengingat serta memperkuat pemahaman terhadap pengalaman yang dialami, sehingga fungsi kognitif tetap terjaga.
Dengan berbagai manfaat tersebut, journaling dinilai sebagai aktivitas sederhana yang dapat dilakukan siapa saja untuk mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis secara berkelanjutan.