JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto berencana menggelar pertemuan penting di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa malam, 3 Maret 2026. Acara tersebut tidak hanya melibatkan mantan presiden dan wakil presiden, tetapi juga para ketua umum partai politik untuk silaturahmi sekaligus diskusi.
Pertemuan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.30 WIB, tepat setelah waktu buka puasa di Jakarta yang jatuh pada pukul 18.13 WIB.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Pangan, mengonfirmasi kehadirannya. “Betul, pukul 19.30 WIB,” kata Zulhas saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga menerima undangan serupa. Presiden PKS Almuzzammil Yusuf dijadwalkan hadir. “Dapat undangan. Insyaallah Presiden PKS akan hadir,” ujar Kepala Kantor Staf Presiden PKS Pipin Sopian.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji menyatakan belum mendapatkan informasi resmi terkait undangan tersebut. Namun, jika undangan benar-benar ada, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia—yang juga menjabat Menteri ESDM—dipastikan akan memenuhi undangan itu.
“Saya belum tanya Ketum. Tapi andaikan benar, itu hal biasa saja,” tutur Sarmuji. Ia menambahkan bahwa Bahlil kerap bertemu Presiden Prabowo, termasuk mendampingi dalam kunjungan kerja ke luar negeri baru-baru ini.
“Pak Bahlil sangat sering bertemu Presiden. Dalam beberapa hari setelah kunjungan presiden dari luar negeri, hampir tiap hari Ketum bertemu Presiden,” imbuhnya.
Dari kubu mantan presiden, Presiden ke-7 RI Joko Widodo dipastikan hadir. Konfirmasi disampaikan oleh ajudannya, AKBP Syarif Fitriansyah.
“Pertemuan silaturahmi dan diskusi,” kata Syarif, seraya menegaskan bahwa Jokowi akan memenuhi undangan tersebut. Ia belum mengetahui detail agenda pembahasan lebih lanjut, tetapi memastikan acara dimulai pukul 19.30 WIB.
Pertemuan ini berlangsung di tengah bulan Ramadan, sehingga berpotensi dikaitkan dengan tradisi silaturahmi dan buka puasa bersama, meski belum ada konfirmasi resmi mengenai format lengkap acara.
Kehadiran berbagai tokoh lintas generasi kepemimpinan dan partai politik menunjukkan upaya Presiden Prabowo membangun komunikasi lintas partai dan lintas era demi menjaga stabilitas politik nasional.