JAKARTA – Peran intelijen disebut menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Penilaian itu disampaikan oleh Laksamana Muda TNI (Purn.) Iskandar Sitompul dalam program Rakyat Bersuara bertajuk “Perang Besar, Bagaimana Indonesia?” yang ditayangkan iNews TV, Selasa (3/3/2026) malam.
“Ada indikasi data intelijen,” ujar Iskandar yang juga merupakan mantan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI itu.
Mantan perwira tinggi TNI tersebut berpendapat bahwa jalur diplomasi selalu menjadi prioritas utama sebelum konflik bersenjata meletus. Ia meyakini bahwa informasi seputar program nuklir Iran turut menjadi pemicu eskalasi yang berujung pada serangan militer tersebut.
“Pada saat diplomasi gagal, kejadian seperti ini. Kita jangan ingkari regulasi perjanjian dan lainnya,” kata Iskandar.
Serangan AS dan Israel yang menyasar sejumlah wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran, mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta jatuhnya korban jiwa. Sedikitnya 742 warga Iran dilaporkan tewas, sementara lebih dari 900 orang lainnya mengalami luka-luka.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan berupa tembakan rudal ke wilayah Israel dan sejumlah instalasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.