JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu malam (7/3/2026) hingga Minggu pagi menyebabkan banjir meluas di ibu kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga pukul 11.00 WIB pada Minggu (8/3/2026), sebanyak 147 RT dan 19 ruas jalan masih tergenang air.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 147 RT dan 19 jalan tergenang,” kata Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, M Yohan, Minggu (8/3/2026).
Wilayah paling parah terdampak berada di Jakarta Timur dengan 60 RT terendam, diikuti Jakarta Selatan 56 RT, dan Jakarta Barat 31 RT. Banjir dipicu curah hujan tinggi yang disertai luapan sungai dan kali di sejumlah lokasi.
Di Jakarta Barat, genangan merendam 31 RT dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 100 cm. Beberapa kelurahan terdampak antara lain Rawa Buaya (9 RT, 60 cm), Kembangan Selatan (5 RT, 40–50 cm akibat curah hujan dan luapan Kali Bendungan Kali Pelopor), serta Sukabumi Selatan (2 RT hingga 100 cm).
Jakarta Selatan mencatat 56 RT terendam, dengan titik tertinggi mencapai 170 cm di Cipete Utara (3 RT), Cipulir (1 RT), dan Pela Mampang (1 RT). Petogogan menjadi wilayah dengan jumlah RT terdampak terbanyak, yakni 39 RT dengan ketinggian sekitar 20 cm akibat luapan Kali Krukut dan Kali PHB Nipam. Luapan Kali Mampang, Pesanggrahan, serta PHB Serua juga memperburuk kondisi di sejumlah kelurahan.
Sementara itu, Jakarta Timur memiliki 60 RT terdampak, termasuk Kampung Melayu (19 RT, 130 cm), Cipinang Melayu (13 RT, 100 cm), dan Halim Perdana Kusuma (12 RT, 25–70 cm). Luapan Kali Ciliwung menjadi penyebab utama banjir di Bidara Cina (4 RT, 150–160 cm), Cawang (7 RT, 50–90 cm), dan Cililitan (2 RT, 90 cm).
Banjir juga melumpuhkan akses lalu lintas utama. Underpass Mampang Prapatan di Jakarta Selatan tergenang sejak pagi dengan ketinggian air sekitar 10 cm pada pukul 12.00 WIB. Kendaraan dari arah Jalan Rasuna Said maupun Jalan Tutty Alawiyah tidak dapat melintas.
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan langsung turun ke lokasi sejak pukul 10.30 WIB untuk menyedot air menggunakan pompa. Petugas Damkar Jakarta Selatan, Surya, menyebut kejadian ini termasuk yang pertama terjadi di lokasi tersebut.
“Baru pertama menyedot banjir di sini. Dari jam 10.30 WIB,” ujar Surya di lokasi.
Petugas juga membersihkan sampah sisa banjir, sementara arus lalu lintas dialihkan dari Mampang Prapatan menuju Jalan Tendean, serta dari Rasuna Said menuju Jalan Gatot Subroto. Kemacetan pun tidak terhindarkan di sekitar kawasan tersebut.
BPBD DKI Jakarta terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan, termasuk kemungkinan evakuasi warga serta upaya pengurangan genangan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan dan menghindari area rawan banjir.